Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran berbasis proyek digital (Project-Based Learning Digital/PjBL Digital) terhadap kreativitas siswa sekolah menengah. Kreativitas siswa menjadi fokus utama karena merupakan kompetensi penting dalam menghadapi tuntutan pendidikan abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental), melibatkan dua kelas sebagai sampel: satu kelas eksperimen yang mengikuti PjBL digital dan satu kelas kontrol yang mengikuti PjBL konvensional. Kreativitas siswa diukur melalui tes yang mencakup aspek fluency, flexibility, originality, dan elaboration, serta melalui observasi dan kuesioner persepsi siswa terkait pengalaman belajar dan keterlibatan dalam proyek digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti PjBL digital mengalami peningkatan signifikan pada semua aspek kreativitas dibandingkan siswa kelas kontrol. Integrasi media digital, seperti Google Sites, TikTok, dan aplikasi multimedia, mendorong siswa untuk mengeksplorasi ide secara lebih kreatif, meningkatkan kolaborasi kelompok, serta memperluas kemampuan siswa dalam menghasilkan dan mengembangkan solusi orisinal. Selain itu, PjBL digital meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa, memungkinkan mereka mengekspresikan ide melalui produk proyek yang lebih variatif dan bermakna. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor pendukung keberhasilan PjBL digital, termasuk kesiapan guru, ketersediaan sarana digital, dan keterampilan siswa dalam memanfaatkan teknologi. PjBL digital terbukti sebagai strategi pembelajaran inovatif yang efektif untuk meningkatkan kreativitas, keterampilan kolaboratif, dan literasi digital siswa sekolah menengah, serta menawarkan pengalaman belajar yang menarik dan relevan dengan tuntutan abad ke-21.