KB pasca persalinan adalah pelayanan KB yang diberikan setelah persalinan sampai dengan 42 hari setelah melahirkan. Penerapan KB sangat penting karena kembalinya kesuburan pada seorang ibu setelah melahirkan tidak dapat diprediksi dan dapat terjadi sebelum datangnya menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan suami dengan keikutsertaan ibu nifas dalam akseptor KB pasca persalinan di RSU Negara. Jenis penelitian ini merupakan analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling sebanyak 97 ibu nifas yang telah memenuhi kriteria inklusi yaitu memiliki suami dan kriteria eksklusi yaitu ibu nifas yang selama persalinan sampai masa nifas selesai tidak didampingi/tinggal bersama suami. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan teknik analisa bivariat menggunakan uji koefisien kontingensi. Analisa bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan keikutsertaan ibu nifas dalam akseptor KB pasca persalinan dengan nilai p value 0,001 < 0,05 dan nilai koefisien kontingensi 0,427. Hubungan yang signifikan ditemukan antara dukungan suami dengan keikutsertaan ibu nifas dalam akseptor KB pasca persalinan dengan nilai p value 0,001 < 0,05 dan nilai koefisien kontingensi 0,461. Kesimpulannya terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan sedang antara pengetahuan dan dukungan suami dengan keikutsertaan ibu nifas dalam akseptor KB pasca persalinan. Ibu nifas dan suami diharapkan bersama-sama mencari informasi tentang KB pasca pesalinan melalui petugas kesehatan, media sosial atau internet. Kepada institusi pelayanan kesehatan untuk meningkatkan penyuluhan dan promosi tentang KB pasca persalinan.