Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrated of Pore Water Pressure, Hydraulic Gradient and Time Lag for Early Warning System at Sindang Heula Dam Patra, Fadel Muhammad; Suharyanto; Sukamta
UKaRsT Vol. 9 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/ukarst.v9i2.7076

Abstract

Excessive pore water pressure (PWP) is a primary factor contributing to internal erosion and catastrophic failures in embankment dams, accounting for nearly 40% of dam-related incidents worldwide. Despite routine monitoring, current practices remain limited by the absence of integrated analytical frameworks that simultaneously evaluate multiple hydraulic parameters for early warning system. This study aims to design an early warning system based on PWP, hydraulic gradient, and time lag parameters. The research was conducted at Sindang Heula Dam with 1,696 daily observation data (2020–2025) from four upstream and four downstream piezometers. Linear regression analysis was employed to predict PWP at low (86.613 masl), normal (106.613 masl), and maximum (108.613 masl) reservoir water level (RWL) conditions. Hydraulic gradients were derived from upstream–downstream head differentials, while time lags were determined based on the delay between peak reservoir levels and corresponding piezometric responses. The results revealed that upstream piezometers exhibited rapid responses (7–14 days) with strong correlations RWL (R² = 0.71–0.81), while downstream piezometers show delayed responses (35–42 days) with weaker correlation RWL (R² = 0.31–0.44). Hydraulic gradients increased from 0.32 at low to 0.63 at maximum RWL, indicating intensified seepage potential. The proposed integrated framework introduces a three-tier (green–yellow–red) early warning system based on real-time RWL thresholds, thereby improving proactive risk mitigation and strengthening dam safety management.
ANALISIS REMBESAN PADA BENDUNGAN SINDANG HEULA MENGGUNAKAN METODE SEEPAGE INDEX DAN KRITERIA TINGGI BENDUNGAN Patra, Fadel Muhammad; Suharyanto; Sukamta
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 21 No. 2 (2026): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v21i2.61710

Abstract

Rembesan pada bendungan merupakan ancaman serius terhadap keamanan bendungan, dengan 47% kegagalan bendungan disebabkan erosi internal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi rembesan Bendungan Sindang Heula dengan metode seepage index dan kriteria tinggi bendungan menggunakan data instrumentasi lapangan. Data tekanan air pori dari Embankment Piezometer dan debit rembesan dari V-Notch dikumpulkan selama Januari 2020–Juni 2025. Analisis regresi linier diterapkan pada V-Notch dengan data tersaring curah hujan. Evaluasi menggunakan kriteria tinggi bendungan menunjukkan debit rembesan pada kondisi rendah, normal, dan maksimal masing-masing 0,034, 0,275, dan 0,323 liter/menit/meter, dengan status aman hingga antara (ambang batas ketidakamanan pada 0,56 liter/menit/meter). Metode Seepage Index menghasilkan nilai QI sebesar 0,025 (rendah), 0,039 (normal), dan 0,042 (maksimal), jauh di bawah ambang kritis (QI < 1). Kedua metode mengkonfirmasi Bendungan Sindang Heula dalam kondisi aman dengan integritas baik dan tidak berisiko terhadap piping atau erosi internal dalam jangka operasional saat ini.