Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REKONSTRUKSI SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM MASA BANI UMAYYAH: KAJIAN ATAS PERAN ULAMA DAN INSTITUSI ILMU Almanar; Dewi, Eva; Sutarmo
JURNAL KAJIAN ISLAM MODERN Vol 13 No 02 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56406/jurnalkajianislammodern.v13i02.786

Abstract

This study reconstructs the history of Islamic education during the Umayyad Dynasty by highlighting the pivotal roles of scholars and early knowledge institutions in shaping the foundations of classical Islamic educational traditions. Employing a qualitative historical approach, the research draws upon primary sources such as Tarikh al-Ṭabari and Al-Bidayah wa al-Nihayah, complemented by contemporary academic literature. The findings reveal that scholars such as Hasan al-Basri and Ibn Shihab al-Zuhri served as teachers, jurists, and codifiers of hadith through halaqah-based learning, mosque circles, and scholarly travel (rihlah ilmiyyah). Educational institutions including mosques, scholarly circles, and early libraries played a crucial role in transmitting knowledge and developing networks of learning grounded in sanad. The curriculum centered on the Qur’an, hadith, fiqh, and the Arabic language, delivered through memorization, oral transmission, and dialogical methods. The study affirms that the Umayyad era laid an essential intellectual foundation for the more structured educational system that emerged under the Abbasid Caliphate and marked the initial phase of interaction between religious and rational sciences. Further comparative research is recommended to examine the intellectual continuity between the Umayyad and Abbasid periods.
TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA DALAM TRANSAKSI DIGITAL PADA MEDIA FACEBOOK (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) Khaidir; Yusri Z. Abidin; M. Thaib Zakaria; Almanar
JOURNAL OF LAW AND GOVERNMENT SCIENCE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong meningkatnya praktik transaksi digital melalui media sosial, termasuk platform Facebook yang banyak dimanfaatkan pelaku usaha sebagai sarana pemasaran dan penjualan produk. Kondisi ini membuka peluang ekonomi yang luas, tetapi pada saat yang sama juga menimbulkan risiko kerugian bagi konsumen, sebagaimana diamanatkan Pasal 19 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen bahwa pelaku usaha wajib memberi ganti rugi apabila konsumen mengalami kerugian dalam transaksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik transaksi digital antara pelaku usaha dan konsumen melalui Facebook, bentuk tanggung jawab pelaku usaha terhadap kerugian konsumen, serta hambatan dalam pelaksanaan tanggung jawab tersebut. Penelitian menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara dan observasi terhadap pelaku usaha dan konsumen yang bertransaksi di Kota Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik transaksi digital melalui Facebook berlangsung melalui unggahan, komentar, dan pesan pribadi, dengan pembayaran umumnya melalui transfer bank. Tanggung jawab pelaku usaha dilaksanakan melalui penyelesaian langsung berupa penggantian barang, pengembalian dana, atau kompensasi lain, namun pelaksanaannya masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan komunikasi, kesulitan verifikasi kerugian, ketidakjelasan identitas pelaku usaha, serta belum adanya sistem perlindungan konsumen yang terintegrasi dalam platform media sosial. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi, peningkatan transparansi pelaku usaha, dan literasi digital konsumen agar tanggung jawab pelaku usaha dapat berjalan lebih efektif.