Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aksen dalam Interaksi Media YouTube ‘Curhat Bang’: Studi Sosiolinguistik terhadap Respons Audiens Ardy, Zarin Agusti
Indonesian Journal of Applied Linguistics Review Vol. 6 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Applied Linguistics Review
Publisher : Program Studi Magister Linguistik Terapan UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/ijalr.62.01

Abstract

This article explores how regional accents in digital communication function as forms of symbolic legitimacy and resistance to the dominance of standardized language. The study analyzes two episodes from the YouTube channel Curhat Bang, featuring speakers with Kerinci and Javanese-Betawi accents recounting their traumatic experiences. Employing a critical sociolinguistic approach, this study draws on Pierre Bourdieu’s theory of symbolic power and Lippi-Green’s concept of language ideology. The method used is thematic content analysis of video transcripts and audience comments. The findings reveal that spontaneous speech, local dialects, and non-standard sentence structures are publicly perceived as indicators of honesty, authentic trauma, and narrative credibility. Audience responses not only embrace accent diversity but also affirm regional speech as authentic expression and a vehicle for social solidarity. These results demonstrate that digital media enables resistance to dominant language ideologies and fosters a shift in symbolic value within public communication practices. Accents once considered inferior are now perceived as voices of truth.
KOHESI DAN KOHERENSI KOHESI DAN KOHERENSI DALAM ANALISIS WACANA TERHADAP BERITA KEPEMIMPINAN JOKOWI DI TEMPO.CO Ardy, Zarin Agusti
KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) Vol 9 No 2 (2025): KLAUSA Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/klausa.v9i2.1264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penggunaan kohesi dan koherensi dalam membentuk wacana evaluatif terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo pada berita daring Tempo.co. Dengan menggunakan pendekatan analisis wacana deskriptif, data diambil dari dua artikel berita berjudul “Rapor Merah Sang Raja Jawa” dan “Nawacita Jadi Nawa Keji” yang mengandung penilaian kritis terhadap kinerja pemerintahan Jokowi dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis dilakukan dengan mengacu pada teori kohesi gramatikal dan leksikal dari Halliday dan Hasan (1976) yang telah dikembangkan dalam konteks digital oleh Taboada (2016), serta model koherensi kognitif dan semantis oleh Renkema dan Schubert (2018). Hasil analisis menunjukkan bahwa kohesi diwujudkan melalui referensi yang konsisten pada aktor utama (“Jokowi”, “Presiden”, “pemerintah”), repetisi leksikal pada istilah evaluatif seperti “represif”, “HAM”, dan “pelanggaran”, serta penggunaan variasi sinonim bernuansa ideologis seperti “rejim” dan “king of lip service” sebagai strategi retoris. Sementara itu, koherensi dibentuk melalui relasi logis kronologis dan kausal yang terstruktur, serta inferensi metaforis seperti transformasi istilah “Nawacita” menjadi “Nawa Keji” yang menyiratkan kekecewaan publik terhadap janji politik. Konsistensi tematik pada masing-masing teks memperlihatkan narasi sistematis: berita pertama menyoroti isu demokrasi dan kebebasan sipil, sementara berita kedua memfokuskan pada pelanggaran HAM di Papua. Temuan ini menunjukkan bahwa kohesi dan koherensi tidak hanya berperan sebagai struktur linguistik, melainkan juga sebagai instrumen konstruksi makna dan representasi politik dalam teks media digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi media kritis untuk memahami muatan ideologis di balik wacana yang tampak utuh secara bentuk, namun sarat dengan strategi evaluatif tersembunyi.