Penelitian ini meninjau perkembangan riset mengenai siklus sel dalam biologi sel modern melalui analisis sembilan artikel yang memenuhi kriteria seleksi sistematis. Kajian menunjukkan bahwa regulasi siklus sel dikendalikan oleh interaksi kompleks antara cyclin–CDK, dinamika fosforilasi protein, checkpoint, serta respons fisiologis sel terhadap perubahan lingkungan internal maupun eksternal. Kemajuan teknologi bioinformatika, proteomik resolusi tinggi, dan model komputasional berkontribusi signifikan dalam memperluas pemahaman mengenai dinamika proliferasi dan stabilitas genom. Hasil sintesis memperlihatkan bahwa penelitian terkini bergerak ke arah pendekatan integratif yang menggabungkan aspek molekuler, fisiologis, dan prediktif, sehingga menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai mekanisme pengendalian pembelahan sel. Selain itu, analisis menunjukkan keterkaitan antara pemicu molekuler, homeostasis sel, serta respons terhadap stres oksidatif yang berdampak pada efektivitas checkpoint. Temuan-temuan ini memberikan gambaran bahwa riset siklus sel memiliki potensi luas dalam pengembangan terapi berbasis target, bioteknologi, dan penguatan konsep dalam pendidikan biologi. Meskipun demikian, interpretasi hasil tetap mempertimbangkan keragaman fokus penelitian dan perbedaan metodologi yang digunakan. Secara keseluruhan, kajian ini menegaskan bahwa penelitian siklus sel terus mengalami peningkatan kualitas melalui pemanfaatan teknologi modern dan pendekatan multidimensional yang semakin relevan dalam menjawab kebutuhan riset biomedis dan biologi sel kontemporer.