Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI PERSEKUTUAN MELALUI MEDIA PAPAN FUNGSI DI KELAS V SDN KETEGAN Nur Chanifah Wulandari; Fakhrur Rozy; Nabila Khairina Maskuri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/37gkyp68

Abstract

Matematika adalah mata pelajaran yang bersifat abstrak, sehingga diperlukan media pembelajaran yang mampu mengkonkretkan konsep – konsep di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi kelipatan dan faktor persekutuan dengan memanfaatkan media papan fungsi. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi dan test, menggunakan instrumen berupa lembar observasi serta soal evaluasi. Data yang di peroleh dianalisis secara statistic deskripsi dengan melibatkan 21 peserta didik kelas V SDN Ketegan. Berdasarkan hasil analis diketahui bahwa terjadi peningkatkan hasil belajar peserta didik dari siklus I ke siklus II. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan media konkret seperti papan fungsi mampu membantu siswa memahami konsep abstrak secara lebih mudah dan menarik. Selain itu, keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran meningkat, sehingga berdampak positif terhadap pencapaian kompetensi. Temuan ini menegaskan bahwa media pembelajaran inovatif dapat menjadi alternatif efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika di sekolah dasar. Namun, setelah dilakukan perbaikan pada siklus II melalui peningkatan intensitas penggunaan papan fungsi serta pemberian bimbingan yang lebih terarah, hasil belajar siswa meningkat secara nyata dan aktivitas pembelajaran menjadi lebih efektif dan interaktif. Papan fungsi terbukti membantu siswa memahami konsep abstrak menjadi lebih konkret dan menarik perhatian mereka, Penggunaan media konkret membuat pembelajaran lebih menarik, mudah dipahami, serta meningkatkan fokus dan partisipasi aktif peserta didik. Papan fungsi juga terbukti mampu mengurangi aktivitas di luar pembelajaran, sehingga siswa lebih terarah dalam mengikuti proses belajar. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa media papan fungsi dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran matematika di sekolah dasar. Selain itu, integrasi penggunaan papan fungsi selama kegiatan pembelajaran mendorong peserta didik untuk berkolaborasi lebih aktif dalam menyelesaikan masalah matematika. Suasana kolaboratif ini tidak hanya mendukung pembelajaran antar teman, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri siswa ketika menyampaikan ide-ide mereka. Elemen visual dan praktik langsung pada papan fungsi memungkinkan peserta didik mengeksplorasi hubungan matematis dengan cara yang lebih jelas dan bermakna. Saat siswa memanipulasi komponen pada papan tersebut, mereka mengembangkan pemahaman konseptual yang lebih mendalam, tidak hanya sekadar menghafal. Selain itu, bimbingan guru yang konsisten selama proses pembelajaran berperan penting dalam membantu peserta didik mengatasi miskonsepsi terkait persekutuan.
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN POROGAPIT DIKELAS IV SDN KETEGAN Ma’rifatul Ainiyah; Fakhrur Rozy; Linda Rizqi Budiyanti
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/0a4bw708

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi porogapit melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) di kelas IV SDN Ketegan. Subjek penelitian terdiri dari 17 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I pada bulan Oktober 2025 menggunakan model pembelajaran konvensional berupa ceramah, sedangkan siklus II pada bulan November 2025 menerapkan model kooperatif tipe NHT. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data penelitian diperoleh melalui observasi aktivitas guru dan siswa serta tes hasil belajar, kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa pada siklus I baru mencapai 5 siswa atau 29%. Setelah penerapan model NHT pada siklus II, ketuntasan belajar meningkat secara signifikan menjadi 15 siswa atau 88%. Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan model kooperatif tipe NHT efektif dalam meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa pada materi porogapit. Dengan demikian, model NHT dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MEMBACA KELAS 1 DENGAN MEDIA KAKAGAM (KARTU KATA GAMBAR) SD NEGERI KETEGAN A’isyah Cahyaningtyas; Fakhrur Rozy; Siti Widiawati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/p100bx39

Abstract

Riset tindakan kelas ini bersasaran guna mengembangkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SDN Ketegan melalui penggunaan media KaKaGam (kartu kata gambar). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan model DDAER yang meliputi diagnosis, perancangan, tindakan, observasi, evaluasi, dan refleksi. Hasil pra-siklus menunjukkan bahwa dari 19 siswa, 47% belum mampu membaca, 32% masih mengeja perlahan, dan hanya 21% yang dapat membaca kata sederhana. Pada siklus I, pembelajaran tanpa media KaKaGam menghasilkan ketuntasan 53%, sehingga diperlukan perbaikan. Pada siklus II, penerapan media KaKaGam dengan kartu gambar dan kartu kata yang lebih jelas meningkatkan motivasi, partisipasi, dan kemampuan membaca siswa, dengan ketuntasan mencapai 84%. Terjadi peningkatan sebesar 31% dari siklus sebelumnya. Dengan demikian, media KaKaGam efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa secara aktif dan bermakna. Penerapan KaKaGam sejalan dengan teori belajar visual dan pendekatan konstruktivistik yang menekankan pentingnya asosiasi konkret antara simbol huruf, bunyi, dan makna. Media visual berperan besar dalam membantu siswa usia dini membangun pemahaman membaca melalui pengamatan, pengulangan, dan pengalaman langsung. KaKaGam juga memfasilitasi peningkatan fokus, retensi memori, dan kepercayaan diri siswa, sehingga membantu mereka membaca lebih lancar dan mandiri. Selain itu, penggunaan media ini mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan sesuai perkembangan kognitif anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media sederhana namun efektif seperti KaKaGam sangat diperlukan dalam tahap membaca permulaan, terutama untuk mengatasi kesulitan mengenali huruf dan menggabungkan suku kata. Maka, KaKaGam direkomendasikan sebagai alternatif media pembelajaran yang mampu meningkatkan literasi dasar siswa kelas awal secara optimal.