This Author published in this journals
All Journal Hasta Wiyata
Kholishoh, Vina Mawaddatul
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Mantra dalam Tradisi Ruwat Sendang Kapit Pancuran Masyarakat Desa Racek Kabupaten Probolinggo Kholishoh, Vina Mawaddatul; Islam, Muhammad Hifdil; Hikam, Ahmad Ilzamul
Hasta Wiyata Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Hasta Wiyata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2026.009.02.04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mantra dalam Tradisi Ruwat Sendang Kapit Pancuran masyarakat Desa Racek, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo sebagai praktik kebahasaan dalam perspektif antropolinguistik. Berbeda dari kajian ruwatan yang umumnya menempatkan ritual sebagai objek utama analisis budaya, penelitian ini memfokuskan perhatian pada bahasa ritual, khususnya mantra, sebagai bentuk penggunaan bahasa yang merepresentasikan hubungan antara struktur kebahasaan, sistem kepercayaan, dan identitas budaya masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi komunikasi. Data penelitian berupa tuturan mantra yang digunakan dalam prosesi ruwatan, konteks penuturan, serta informasi dari pelaku ritual dan masyarakat pendukung tradisi. Analisis dilakukan dengan memadukan konsep antropolinguistik, performativitas bahasa, dan fungsi bahasa dalam konteks sosial budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra Ruwat Sendang Kapit Pancuran memiliki karakteristik bahasa ritual yang ditandai oleh penggunaan diksi khusus, bentuk permohonan, ungkapan religius, serta perpaduan bahasa Jawa dan Arab. Mantra tidak hanya berfungsi sebagai tuturan verbal, tetapi juga sebagai tindakan performatif yang memperoleh makna melalui konteks penuturannya. Selain itu, mantra berfungsi sebagai media transmisi pengetahuan budaya, penguatan identitas masyarakat, serta pemeliharaan keberlanjutan tradisi melalui pewarisan nilai dan sistem kepercayaan. Penelitian ini menegaskan bahwa mantra merupakan praktik kebahasaan yang menjadi ruang pertemuan antara bahasa, budaya, dan agama, sehingga kajian terhadap tradisi lisan perlu mempertimbangkan dimensi linguistik sebagai bagian dari proses pembentukan makna budaya.