Rama Setadriya, Muhammad
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Petani Kopi Desa Girimekar dalam Mengolah Limbah Cascara Menjadi Teh Wibawa, Wildan; Ramadiyanti, Delia; Pangestu, Sandi; Rama Setadriya, Muhammad; Muhammad Afganis, Osama; Wafiq Azizah, Zulfa
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/pk4j1m39

Abstract

Desa Girimekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, merupakan salah satu daerah penghasil kopi Arabika Palasari dengan potensi produksi kopi yang tinggi. Lembaga Pelatihan dan pemagangan usaha kehutanan swadaya wanawiyata widyakarya giri senang sekarang sebagai produsen kopi kenangan dan mengirim 45 ton kopi arabika setiap bulannya. Untuk mengatasi masalah limbah kopi dan meningkatkan nilai tambah bagi petani, perlu dilakukan pengembangan produk dari cascara. Cascara (kulit kopi) memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi sehingga sangat berpeluang untuk dimanfaatkan sebagai produk baru, sayangnya, sekitar 60% dari hasil panen kopi berupa limbah kulit kopi (cascara) belum dimanfaatkan secara optimal dan hanya dijadikan kompos. Melalui program pengabdian masyarakat berbasis Kuliah Kerja Nyata (KKN), KKN 17 Waluya Karsa, mahasiswa Universitas Al-Ghifari melakukan inovasi pemanfaatan limbah cascara menjadi produk teh bernilai jual tinggi. Kegiatan ini diawali dengan pelatihan teknis bagi petani terkait pemilihan cherry kopi berkualitas, teknik penyortiran dan pencucian, serta proses pengeringan cascara yang higienis. Setelah itu, dilakukan formulasi tiga varian rasa teh cascara original, lemon madu, dan mangga. Program ini juga dilengkapi dengan perancangan logo, desain booth, dan pendampingan legalitas usaha sebagai persiapan model bisnis berbasis franchise. Hasil program menunjukkan bahwa teh cascara memiliki potensi sebagai minuman sehat alternatif yang berkelanjutan dan mampu membuka pasar baru (blue ocean) yang belum ada di Indonesia. Selain memberi nilai tambah bagi petani, program ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis inovasi dan pemberdayaan masyarakat.