ABSTRAKProduktivitas bibit Pisang Cavendish (Musa acuminata) secara konvensional masih terbatas dan rentan terhadap penyakit Panama, sehingga diperlukan teknologi kultur jaringan dengan komposisi media yang tepat untuk penyediaan bibit unggul dalam jumlah besar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon regenerasi eksplan pisang Cavendish terhadap pemberian berbagai konsentrasi hormon BAP dan NAA dalam media Murashige and Skoog (MS). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Jember, pada bulan Agustus sampai November 2024, dengan menggunakan 2 faktor, yaitu konsentrasi hormon BAP dan NAA, yang masing-masing terdiri atas 3 taraf: BAP (1, 3, dan 5 ppm) dan NAA (0,5, 1, dan 1,5 ppm), dengan ulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan BAP 1 ppm dan NAA 1,5 ppm (B1N3) memberikan respon terbaik dengan rata-rata tinggi eksplan 1,7 cm dan jumlah anakan 5,5 buah. Kombinasi ini menunjukkan efektivitas yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan dan regenerasi eksplan pisang Cavendish secara in vitro.Kata kunci: BAP, Kultur jaringan, NAA, Pisang Cavendish, Regenerasi eksplan