Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pemberdayaan masyarakat pesisir di Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon Baguala, Kota Ambon, dengan fokus pada identifikasi faktor-faktor sosial ekonomi, budaya, ekologis, dan pengembangan sumber daya manusia yang mempengaruhi efektivitas program pemberdayaan. Target luaran dari penelitian ini adalah rumusan model pemberdayaan masyarakat pesisir yang komprehensif dan berbasis kebutuhan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode deskriptif kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan informan kunci, dan diskusi kelompok terfokus dengan stakeholder terkait. Lokasi penelitian bertempat di Negeri Laha, Kota Ambon, yang dipilih karena karakteristik masyarakat pesisirnya yang representatif dan kompleksitas permasalahan pemberdayaan yang dihadapi. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model pemberdayaan integratif yang menggabungkan empat dimensi utama—sosial ekonomi, budaya, ekologis, dan pengembangan SDM—dalam satu kerangka kerja yang holistik, berbeda dengan penelitian sebelumnya yang cenderung parsial dan fokus pada aspek tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek sosial ekonomi memerlukan pengembangan model kurikulum pemberdayaan berbasis ekonomi produktif yang disesuaikan dengan kondisi nelayan tradisional yang memiliki keterbatasan pendidikan formal namun kaya pengalaman empiris. Aspek budaya menunjukkan perlunya revitalisasi transformasi sosial melalui pembentukan kelompok-kelompok sosial baru yang dapat memperkuat kohesi komunitas pesisir dan melestarikan kearifan lokal. Aspek ekologis mengidentifikasi ketidaksesuaian pemanfaatan lahan pesisir dengan fungsi peruntukannya, yang menyebabkan degradasi lingkungan dan menghambat keberlanjutan sumber daya kelautan. Aspek pengembangan sumber daya manusia mengindikasikan kebutuhan mendesak untuk menyusun kurikulum pemberdayaan yang responsif terhadap kebutuhan, kepentingan, potensi, dan peluang spesifik kelompok nelayan, dengan penekanan pada peningkatan pengetahuan, keterampilan teknis, dan kesadaran kritis terhadap pengelolaan sumber daya berkelanjutan.