Khobir, Abdul
Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Multikulturalisme dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam: Menemukan Pondasi Etis untuk Kehidupan Damai di Tengah Perbedaan Rosada, Septia; Khobir, Abdul; Nabilla, Trinindita Nayla; Rahayu, Dwi Septi
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i4.27071

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh realitas keberagaman budaya, etnis, dan agama di Indonesia, serta pentingnya pendidikan multikultural sebagai upaya membangun kehidupan sosial yang inklusif dan harmonis. Kajian ini berfokus pada bagaimana filsafat pendidikan Islam dapat menjadi pijakan etis dalam memperkuat pendidikan multikultural, sekaligus menelusuri tantangan serta alternatif solusi yang muncul dalam implementasinya di lembaga pendidikan Islam. Melalui metode kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini mengkaji berbagai literatur terkait multikulturalisme, etika pendidikan Islam, pendidikan karakter, dan praktik pendidikan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti keadilan, toleransi, ihsan, ukhuwah, dan kesetaraan dalam filsafat pendidikan Islam selaras dengan prinsip-prinsip multikultural modern. Pendidikan karakter turut berperan penting dalam menumbuhkan empati, wawasan kebangsaan, serta sikap terbuka terhadap perbedaan. Penerapan nilai multikultural dapat diwujudkan melalui pengembangan kurikulum, pembentukan budaya sekolah, pendekatan pedagogis, dan pembiasaan perilaku dalam keseharian siswa. Namun demikian, implementasinya masih terhambat oleh perbedaan penafsiran keagamaan, bias budaya, ketimpangan sosial-ekonomi, serta kurangnya fasilitas pendidikan. Sebagai respons atas tantangan tersebut, penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum terpadu, peningkatan kompetensi pendidik, penggunaan pendekatan dialogis, dukungan kebijakan yang memadai, serta inovasi pembelajaran yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan multikultural yang berpijak pada filsafat pendidikan Islam memiliki potensi besar untuk membentuk masyarakat yang adil, inklusif, dan hidup dalam harmoni apabila diaplikasikan secara konsisten.Kata kunci: Multikulturalisme, Filsafat Pendidikan Islam, Pendidikan karakter, Dasar etis kehidupan damai.
Multikulturalisme dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam: Menemukan Pondasi Etis untuk Kehidupan Damai di Tengah Perbedaan Rosada, Septia; Khobir, Abdul; Nabilla, Trinindita Nayla; Rahayu, Dwi Septi
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i4.27071

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh realitas keberagaman budaya, etnis, dan agama di Indonesia, serta pentingnya pendidikan multikultural sebagai upaya membangun kehidupan sosial yang inklusif dan harmonis. Kajian ini berfokus pada bagaimana filsafat pendidikan Islam dapat menjadi pijakan etis dalam memperkuat pendidikan multikultural, sekaligus menelusuri tantangan serta alternatif solusi yang muncul dalam implementasinya di lembaga pendidikan Islam. Melalui metode kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini mengkaji berbagai literatur terkait multikulturalisme, etika pendidikan Islam, pendidikan karakter, dan praktik pendidikan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti keadilan, toleransi, ihsan, ukhuwah, dan kesetaraan dalam filsafat pendidikan Islam selaras dengan prinsip-prinsip multikultural modern. Pendidikan karakter turut berperan penting dalam menumbuhkan empati, wawasan kebangsaan, serta sikap terbuka terhadap perbedaan. Penerapan nilai multikultural dapat diwujudkan melalui pengembangan kurikulum, pembentukan budaya sekolah, pendekatan pedagogis, dan pembiasaan perilaku dalam keseharian siswa. Namun demikian, implementasinya masih terhambat oleh perbedaan penafsiran keagamaan, bias budaya, ketimpangan sosial-ekonomi, serta kurangnya fasilitas pendidikan. Sebagai respons atas tantangan tersebut, penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum terpadu, peningkatan kompetensi pendidik, penggunaan pendekatan dialogis, dukungan kebijakan yang memadai, serta inovasi pembelajaran yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan multikultural yang berpijak pada filsafat pendidikan Islam memiliki potensi besar untuk membentuk masyarakat yang adil, inklusif, dan hidup dalam harmoni apabila diaplikasikan secara konsisten.Kata kunci: Multikulturalisme, Filsafat Pendidikan Islam, Pendidikan karakter, Dasar etis kehidupan damai.