Agung, Sandi Swasta
UIN Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Komparatif Hasil Belajar Fikih Siswa Tamatan Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Ghani, Farhan Abdul; Azmi, Muhammad Fadhli; Agung, Sandi Swasta; Tanjung, Muaz
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i4.26949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif hasil belajar Fikih antara siswa tamatan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) di MTs Azki Al Azhar Tandam Hilir II. Fokus kajian diarahkan pada sejauh mana perbedaan latar belakang pendidikan dasar memengaruhi capaian belajar materi salat jamak, serta faktor-faktor internal dan eksternal yang berperan dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru Fikih, dan enam siswa kelas VII yang dipilih secara purposif, serta dilengkapi observasi pembelajaran dan dokumentasi nilai ujian tengah semester. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam hasil belajar Fikih antara siswa lulusan MI dan SD, meskipun terdapat disparitas pada kesiapan awal. Siswa MI cenderung lebih siap secara konseptual, sedangkan siswa SD menunjukkan motivasi dan rasa ingin tahu yang tinggi sehingga mampu menutup kesenjangan pengetahuan. Faktor penentu keberhasilan belajar lebih banyak dipengaruhi oleh peran guru dalam menerapkan strategi pembelajaran diferensiatif, lingkungan belajar yang inklusif, serta dukungan keluarga dan madrasah. Penilaian yang bersifat holistik mampu menumbuhkan keseimbangan pemahaman dan praktik keagamaan siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa latar belakang pendidikan dasar bukan determinan utama hasil belajar Fikih; keberhasilan lebih ditentukan oleh sistem pembelajaran yang adaptif, berkeadilan, dan berorientasi pada pembentukan fiqh al-qalb atau pemahaman yang menyatu dengan hati.
Analisis Komparatif Hasil Belajar Fikih Siswa Tamatan Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Ghani, Farhan Abdul; Azmi, Muhammad Fadhli; Agung, Sandi Swasta; Tanjung, Muaz
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i4.26949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif hasil belajar Fikih antara siswa tamatan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) di MTs Azki Al Azhar Tandam Hilir II. Fokus kajian diarahkan pada sejauh mana perbedaan latar belakang pendidikan dasar memengaruhi capaian belajar materi salat jamak, serta faktor-faktor internal dan eksternal yang berperan dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru Fikih, dan enam siswa kelas VII yang dipilih secara purposif, serta dilengkapi observasi pembelajaran dan dokumentasi nilai ujian tengah semester. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam hasil belajar Fikih antara siswa lulusan MI dan SD, meskipun terdapat disparitas pada kesiapan awal. Siswa MI cenderung lebih siap secara konseptual, sedangkan siswa SD menunjukkan motivasi dan rasa ingin tahu yang tinggi sehingga mampu menutup kesenjangan pengetahuan. Faktor penentu keberhasilan belajar lebih banyak dipengaruhi oleh peran guru dalam menerapkan strategi pembelajaran diferensiatif, lingkungan belajar yang inklusif, serta dukungan keluarga dan madrasah. Penilaian yang bersifat holistik mampu menumbuhkan keseimbangan pemahaman dan praktik keagamaan siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa latar belakang pendidikan dasar bukan determinan utama hasil belajar Fikih; keberhasilan lebih ditentukan oleh sistem pembelajaran yang adaptif, berkeadilan, dan berorientasi pada pembentukan fiqh al-qalb atau pemahaman yang menyatu dengan hati.