Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relevansi Pemikiran Al-Ghazali, Ibnu Sina, dan Al-Farabi Sebagai Solusi Terhadap Krisis Moral dan Intelektual Generasi Digital Sianly, Sekar; Nabila, Nadia; Sari, Herlini Puspika
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 13 No. 2 (2025): Desember
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/tafaqquh.v13i2.4094

Abstract

Penelitian ini mengkaji relevansi pemikiran pendidikan Al-Ghazali, Ibnu Sina, dan Al-Farabi sebagai landasan konseptual dalam menghadapi krisis moral dan intelektual generasi digital. Dengan menggunakan metode deskriptif-analitis melalui studi pustaka, penelitian ini mensintesiskan gagasan filosofis ketiganya yang menekankan integrasi antara rasionalitas, moralitas, dan spiritualitas dalam pendidikan. Al-Ghazali memandang pendidikan sebagai proses penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) yang bertujuan membentuk akhlak mulia dan kematangan spiritual. Ibnu Sina menitikberatkan pendidikan pada pengembangan potensi manusia melalui pendekatan rasional, moral, dan sesuai tahap perkembangan untuk mencapai al-insan al-kamil (manusia sempurna). Sementara itu, Al-Farabi melihat pendidikan sebagai instrumen pembentukan al-madinah al-fadhilah (masyarakat utama) yang berlandaskan keadilan, ilmu, dan etika. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran ketiganya tetap relevan di abad ke-21 sebagai panduan dalam menyeimbangkan kemajuan intelektual dengan kesadaran etis dan tanggung jawab digital. Sintesis gagasan Al-Ghazali, Ibnu Sina, dan Al-Farabi memberikan kerangka filosofis sekaligus praktis bagi pembentukan generasi digital yang cerdas, berakhlak, dan berlandaskan nilai spiritual.
REAKTUALISASI PERAN KEBERAGAMAAN DALAM MENGATASI KRISIS MORAL PADA REMAJA DAN DEWASA AWAL Sianly, Sekar; Dinanti Rusti, Dinda; Heriyati, Fika; Veriska; Arisanti, Devi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47763

Abstract

This study discusses the reactualization of the role of religiosity in overcoming the moral crisis among adolescents and early adults in the modern era. Rapid social change, globalization, and digitalization have significantly influenced the moral development of young generations, leading to declining social ethics, weak self-control, and increasing deviant behavior. This research aims to analyze how religiosity can be contextualized and actualized as a relevant moral foundation in contemporary life. The study employs a qualitative approach with the type of library research by examining various scientific journals, books, and academic literature related to religiosity, morality, and youth development. Data were analyzed using content analysis through the stages of data reduction, presentation, and interpretation. The findings indicate that religiosity plays an important role in strengthening self-awareness, self-control, and character formation among adolescents and early adults. The reactualization of religious values through adaptive approaches, such as digital media utilization, family education, school-based religious activities, and positive social communities, can effectively address moral challenges in the digital era. Therefore, religiosity should not merely be understood as formal ritual practice, but also as a contextual and transformative value system that guides young people in maintaining moral integrity and social responsibility.