Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Komunikasi Pemasaran Digital Melalui Media Sosial dalam Meningkatkan Daya Tarik Eduwisata: Studi Kasus Madu Taman Bunga Nur Aini, Hana; Sandra Irawaty
Publish: Basic and Applied Research Publication on Communications Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/2hqb3528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran digital yang diterapkan oleh Madu Taman Bunga, salah satu destinasi eduwisata di Kabupaten Sumedang, melalui pemanfaatan media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana strategi komunikasi digital dijalankan dalam membangun daya tarik dan citra destinasi wisata edukatif di era promosi berbasis media sosial. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya tren kunjungan wisata di Sumedang serta peran media sosial yang semakin besar sebagai sarana promosi dan komunikasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data diperoleh melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi konten di Instagram dan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madu Taman Bunga menerapkan komunikasi pemasaran digital berdasarkan kerangka Integrated Marketing Communication (IMC) dan bauran komunikasi pemasaran. Penggunaan fitur Instagram Story, Reels, Carousel, serta konten TikTok menonjolkan storytelling, interaktivitas, dan branding edukatif. Strategi ini terbukti mampu menarik perhatian audiens, memperluas jangkauan promosi secara organik, serta meningkatkan keterlibatan pengikut melalui interaksi dua arah. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, alat dokumentasi yang kurang memadai, perubahan algoritma media sosial, dan ketidakkonsistenan publikasi konten. Meski demikian, hasil penelitian ini menegaskan bahwa strategi komunikasi pemasaran digital melalui media sosial efektif dalam meningkatkan citra, memperluas jangkauan audiens, serta memperkuat daya tarik wisata edukatif lokal. Secara keseluruhan, penerepan IMC dan storytelling memperkuat posisi Madu Taman Bunga sebagai media promosi sekaligus sarana edukasi yang berkontribusi pada pengembangan pariwisata berbasis agrowisata.