Transformasi digital dalam penyusunan laporan keuangan merupakan langkah krusial bagi usaha mikro, kecil, dan menengah untuk meningkatkan ketepatan, efisiensi, serta kualitas informasi finansial. Pemanfaatan teknologi digital menggeser mode pencatatan yang manual dan sering kali menyebabkan keterlambatan, kesalahan, serta ketidakrapihan data. Penelitian ini mengadopsi pendekatan deskriptif dengan membandingkan proses pencatatan manual dan digital berdasarkan data primer yang didapatkan melalui kuesioner yang ditujukan kepada beberapa usaha mikro, kecil, dan menengah, yaitu Cahya Print, Kopisora Bali, Central Listrik, Maha Cellular, Central Material, Nasi Cokot Merakyat, dan Warung Makan. Analisis ini dilakukan dengan menilai keakuratan data, waktu yang dibutuhkan untuk menyusun laporan, serta pandangan pelaku usaha tentang manfaat dari teknologi digital. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pemanfaatan aplikasi akuntansi digital membuat pencatatan transaksi menjadi lebih otomatis, teroganisir, dan mengurangi kemungkinan kesalahan. Laporan keuangan dapat dihasilkan lebih cepat karena data tersimpan secara langsung dan mudah untuk diakses kembali. Usaha mikro, kecil, dan menengah yang telah menerapkan teknologi digital menunjukkan perbaikan signifikan dalam keakuratan laporan, efisiensi waktu, dan kemudahan dalam memantau kondisi keuangan. Meskipun demikian, penerapan digital masih menghadapi tantangan, seperti risiko keamanan data, kurangnya pemahaman tentang teknologi, serta kesiapan sumber daya manusia. Secara keseluruhan transformasi digital memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dari usaha mikro, kecil, dan menengah serta mendukung keputusan berbasis data, terutama jika didukung oleh pelatihan dan kesiapan teknologi yang mencukupi.