Penelitian ini bertujuan menganalisis secara tekstual bentuk musik beserta strukturnya dari karya lagu “110 Tahun Injil Masuk Toraja”. Lagu ini dipilih sebagai objek penelitian karena selain memuat mengenai budaya Toraja dan ajaran Kristen, unsur musikal yang terdapat di dalamnya termasuk unik dan punya ciri khas tertentu. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan perspektif musikologi sebagai acuan utama dalam penelitian ini. Subjek dan data utama penelitian ini adalah lagu “110 Tahun Injil Masuk Toraja”. Teori yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada pemikiran Hugh M. Miller dan Karl Edmund Prier. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat enam unsur musik yang membentuk lagu tersebut antara lain unsur pertama, yaitu elemen waktu yang terdiri dari tempo, meter, dan ritme. Tempo yang digunakan adalah moderato dengan meter yaitu 4/4, sedangkan ritmenya terdiri dari enam pola yang masing-masing memiliki pola berbeda-beda. Unsur kedua yaitu melodi yang lebih banyak menggunakan not seperdelapan pada setiap birama lagu. Unsur ketiga yaitu harmoni menggunakan empat akor, yakni akor I, 1V, V, dan vi, baik posisi dasar ataupun balikan. Unsur keempat yaitu tonalitas menggunakan D Mayor, yang memiliki nada terendah sol (A3) dan nada tertinggi do (D5). Unsur kelima yaitu tekstur yang terdiri dari tiga jenis antara lain monofoni, homoritmik, dan polifoni. Unsur keenam yaitu dinamika dan ekspresi menggunakan decresendo dan staccato. Selain itu, struktur musik terdiri tiga bagian yaitu A, B, C dengan pengulangan pada bagiannya menjadi A-A’-B-B’-C-B-B’.