Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembentukan Karakter Siswa SMK dalam Perspektif Perkembangan Moral Jean Piaget Widiantoro, Rulli; Mahdhuroh, Umi; Hindarto, Hindarto; Jasno, Jasno; Fauziati, Endang
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3974

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah memengaruhi perkembangan kognitif dan kepribadian anak secara signifikan, termasuk dalam pembentukan moral dan karakter. Berbagai konten digital yang beredar tanpa filter tidak hanya memberikan dampak positif, tetapi juga dapat memengaruhi cara anak memaknai nilai, norma, dan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teori perkembangan moral Jean Piaget, menguraikan keterkaitan teori tersebut dengan pembentukan karakter siswa SMK, serta menjelaskan implikasi penerapannya dalam pendidikan karakter di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui tinjauan pustaka dari berbagai literatur lintas disiplin. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep moral heteronomi dan moral otonomi Piaget sangat relevan dalam konteks karakter siswa SMK yang berada pada tahap perkembangan menuju kemandirian moral. Pada era digital, siswa tidak cukup hanya menerima aturan secara pasif, tetapi perlu diarahkan untuk melakukan refleksi moral terhadap berbagai pengalaman yang diperoleh dari lingkungan virtual. Guru dan orang tua memiliki peran strategis sebagai fasilitator moral yang membimbing siswa dalam menggunakan media digital secara aktif, bijak, dan penuh kesadaran. Pendekatan ini memungkinkan siswa mengembangkan penilaian moral yang lebih mandiri serta mampu membedakan informasi yang sesuai dengan nilai karakter yang diharapkan. Dengan demikian, teori Piaget menjadi landasan penting dalam merancang strategi pendidikan karakter yang konstruktivis, reflektif, dan adaptif terhadap realitas digital yang terus berkembang, sehingga pembentukan karakter siswa SMK dapat berjalan lebih efektif dan kontekstual.
Implementasi Total Quality Management (TQM) Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan Mahdhuroh, Umi; Hindarto, Hindarto; Jasno, Jasno; Widiantoro, Rulli; Narimo, Sabar
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5079

Abstract

Mutu lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan isu strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang kompetitif di tengah disrupsi industri dan persaingan global. Total Quality Management (TQM), sebuah filosofi manajemen yang berorientasi pada kepuasan pelanggan, perbaikan berkelanjutan, dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders), menawarkan kerangka kerja sistematis untuk meningkatkan mutu pendidikan vokasi secara fundamental. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi TQM dalam konteks SMK, mengidentifikasi prinsip-prinsip kunci yang relevan, serta merumuskan strategi penerapannya agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif untuk membedah literatur terkini, regulasi pemerintah, serta hasil penelitian terdahulu terkait manajemen mutu di sekolah vokasi. Kajian literatur menunjukkan bahwa implementasi TQM yang holistik dapat meningkatkan relevansi kurikulum melalui penyelarasan standar kompetensi, efektivitas proses belajar-mengajar, peningkatan profesionalisme pendidik, serta penguatan kepuasan pengguna lulusan, yaitu Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Meskipun demikian, ditemukan beberapa tantangan utama dalam aplikasinya, meliputi resistensi internal terhadap perubahan, budaya organisasi yang belum berorientasi pada mutu, serta keterbatasan sumber daya pendukung. Artikel ini menyimpulkan bahwa TQM di SMK bukan sekadar program administratif jangka pendek, melainkan sebuah transformasi budaya organisasi yang berkelanjutan untuk mencapai keunggulan mutu. Sebagai rekomendasi, pengelola SMK perlu memperkuat integrasi dengan DUDI melalui mekanisme link and match yang terukur dengan siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA), serta melakukan reposisi kepemimpinan dari gaya administratif menuju kepemimpinan instruksional yang visioner dan berbasis mutu demi menjamin keterserapan lulusan di dunia kerja.