Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Capital Intensity dan Profitability terhadap Tax Avoidance Setiawan , Didik
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3987

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh Capital Intensity dan Profitability terhadap Tax Avoidance pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2020-2024. Penelitian ini menggunakan sebuah pendekatan kuantitatif asosiatif dengan memanfaatkan data sekunder yang telah diperoleh dari laporan tahunan atau laporan keuangan. Metode analisis data yang digunakan regresi data panel melalui aplikasi Microsoft Excel dan Eviews 12. Populasi didalam penelitian ini sebanyak 87 perusahaan, dan melalui teknik purposive sampling didapat 18 perusahaan sebagai sampel dengan observasi selama lima tahun sehingga diperoleh total data yang diolah berjumlah 90 observasi. Tax Avoidance didalam penelitian ini diukur menggunakan pengukuran Cash Effective Tax Rate (CETR), Capital Intensity diukur melalui rasio aset tetap terhadap total aset, sedangkan Profitability diukur menggunakan pengukuran Return on Assets (ROA). Hasil uji pemilihan model menunjukkan bahwa model terbaik adalah Random Effect Model (REM). Pengujian asumsi klasik meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi menunjukkan bahwa model regresi memenuhi kriteria analisis yang baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Capital Intensity dan Profitability secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap Tax Avoidance. Secara parsial, kedua variabel tersebut juga berpengaruh terhadap Tax Avoidance. Capital Intensity memungkinkan sebuah perusahaan memanfaatkan sebuah beban penyusutan untuk mengurangi laba kena pajak, sedangkan Profitability yang tinggi mendorong perusahaan mengurangi beban pajak melalui strategi tax avoidance. Dengan demikian, perusahaan yang memiliki intensitas aset tetap tinggi dan profitabilitas besar cenderung memiliki peluang dan motivasi lebih besar dalam melakukan penghindaran pajak secara legal.