Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Filsafat Eksistensialisme dan Kaitannya dengan Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran Biologi di Indonesia Nur, Nur Fajri; Ismail, Ismail
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4212

Abstract

Filsafat eksistensial memiliki peran penting dalam pendidikan karena memandang manusia sebagai makhluk bebas, sadar, dan bertanggung jawab yang secara aktif membangun makna melalui proses pembelajaran serta interaksi terhadap pengalaman hidup. Perspektif ini menekankan bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan mentransfer informasi, tetapi juga membantu peserta didik menemukan jati diri, nilai, dan tujuan hidup. Dalam konteks pendidikan biologi, pendekatan eksistensial sangat relevan mengingat biologi mempelajari kehidupan, keberadaan, dan hubungan manusia dengan lingkungan dan makhluk hidup lainnya. Dengan demikian, pendidikan biologi tidak sekadar memahami konsep struktural dan fungsional makhluk hidup, tetapi juga menggugah kesadaran tentang makna hidup, keberlanjutan, serta tanggung jawab etis manusia terhadap kehidupan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi keterkaitan antara filsafat eksistensialisme dan pendekatan deep learning dalam pendidikan biologi di Indonesia. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif melalui kajian perpustakaan dengan menganalisis berbagai sumber filosofis dan pedagogis yang relevan untuk memahami integrasi kedua perspektif tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai-nilai eksistensialisme seperti kebebasan berpikir, keaslian diri, refleksi, dan tanggung jawab, yang sangat berkesesuaian dengan prinsip deep learning yang menekankan pemahaman mendalam, analisis kritis, dan pembelajaran bermakna. Integrasi ini mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal, reflektif, dan kontekstual sehingga memungkinkan siswa menghubungkan konsep biologi dengan realitas kehidupan mereka. Dengan demikian, penerapan pembelajaran mendalam berbasis eksistensialisme berpotensi meningkatkan kualitas pendidikan modern melalui pembentukan peserta didik yang berpikir kritis, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran ekologis yang lebih tinggi terhadap keberlangsungan kehidupan.
Perkembangan Teknologi CRISPR dari Cas9 Konvensional Menuju Sistem Editing Presisi Tinggi dalam Aplikasi Bioteknologi Kesehatan Nur, Nur Fajri; Mufliha, Nur; Rachmawati, Rachmawati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7740

Abstract

Perkembangan bioteknologi kesehatan saat ini telah mengalami pergeseran dari pendekatan yang bersifat simptomatik menuju strategi berbasis molekuler yang menargetkan penyebab penyakit pada tingkat genetik. Salah satu terobosan utama dalam bidang ini adalah teknologi CRISPR-Cas9, yang memungkinkan modifikasi DNA secara spesifik, efisien, dan relatif ekonomis. Meskipun demikian, sistem CRISPR-Cas9 konvensional masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama risiko terjadinya double-strand break (DSB) yang dapat memicu mutasi tidak terkontrol serta efek off-target yang tidak diinginkan. Hal ini menekankan perlunya pengembangan teknologi penyuntingan genom yang lebih presisi, aman, dan dapat diterapkan secara klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji evolusi teknologi CRISPR menuju sistem genome editing presisi tinggi dalam konteks bioteknologi kesehatan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA terhadap 43 artikel yang diperoleh dari basis data Scopus pada periode 2016–2026. Analisis dilakukan secara kualitatif deskriptif dengan membandingkan mekanisme kerja, keunggulan, serta keterbatasan masing-masing generasi teknologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi genome editing telah berkembang dari CRISPR-Cas9 konvensional menuju high-fidelity Cas9, base editing, dan prime editing. High-fidelity Cas9 meningkatkan spesifisitas dengan menurunkan efek off-target, base editing memungkinkan konversi basa tanpa menimbulkan DSB, sedangkan prime editing menawarkan fleksibilitas untuk melakukan substitusi, insersi, dan delesi kecil secara presisi. Evolusi ini tidak hanya meningkatkan keamanan dan akurasi genome editing, tetapi juga memperluas potensi aplikasinya di bidang klinis, khususnya dalam terapi penyakit genetik, pengembangan precision medicine, serta riset bioteknologi lebih lanjut yang menargetkan pengobatan personal dan pencegahan penyakit.