SIPAKAT AIR (Sistem Informasi dan Pelaporan Bidang Sumber Daya Air)) merupakan sistem informasi pemerintah daerah yang mencatat data proyek infrastruktur sumber daya air dalam format semi-struktural, yaitu gabungan antara elemen tabular dan uraian naratif. Format ini menyulitkan proses peringkasan otomatis karena tidak sepenuhnya terstruktur maupun bebas, sehingga memerlukan pendekatan yang adaptif dan semantik. Penelitian ini menyajikan studi empiris pengembangan model abstractive summarization berbasis BART yang dibangun dan dilatih dari awal (from scratch) menggunakan dataset SIPAKAT AIR. Dataset terdiri atas 200 pasangan teks dan ringkasan yang dikonstruksi dari proyek aktual. Tokenizer khusus dilatih menggunakan pendekatan ByteLevelBPETokenizer untuk mencerminkan struktur kalimat teknis dalam korpus internal. Model BART dikonfigurasi ringan (2-layer encoder-decoder) dan dilatih menggunakan Trainer API dari Huggingface. Evaluasi menggunakan metrik ROUGE, BERTScore, dan token-level menunjukkan performa kompetitif: ROUGE-1 F1 sebesar 0,5080, ROUGE-L F1 sebesar 0,5082, BERTScore F1 sebesar 0,81, serta token-level F1 sebesar 0,73 dengan akurasi 0,71. Model mampu menghasilkan ringkasan padat dan kontekstual, sesuai digunakan untuk sistem notifikasi atau tampilan ringkas pada dashboard proyek. Kontribusi metodologis dari penelitian ini mencakup perancangan pipeline summarization dari nol untuk bahasa Indonesia serta pembuktian bahwa arsitektur ringan dapat berfungsi optimal pada domain terbatas. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan NLP dalam bahasa Indonesia serta membuka peluang penerapan adaptif untuk data semi-struktural sektor publik.