Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISA KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL (STUDI KASUS SIMPANG LENGAN TIGA RANGGEH, KEC. GONDANGWETAN KAB. PASURUAN) Irsyad Mulan Akhmad; Dian kusumaningsih
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2025): JUMATISI (Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v6i2.9757

Abstract

Pertumbuhan jumlah kendaraan di Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya berdampak langsung pada kinerja lalu lintas, terutama di kawasan yang memiliki tingkat aktivitas tinggi seperti simpang jalan. Simpang lengan 3 Ranggeh, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan merupakan simpang tak bersinyal yang berperan penting dalam menghubungkan berbagai kawasan seperti permukiman, pertanian, industri ringan, serta akses menuju wisata Gunung Bromo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja lalu lintas pada simpang tersebut dengan pendekatan berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997, serta memberikan rekomendasi teknis dalam mengatasi kemacetan dan risiko kecelakaan. Metode penelitian yang digunakan meliputi survei volume lalu lintas selama tiga hari dan analisis data geometrik, lingkungan, serta lalu lintas simpang. Parameter yang dianalisis mencakup kapasitas simpang, derajat kejenuhan (DS), tundaan rata-rata, dan peluang antrian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai tingkat pelayanan simpang dan menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan serta perencanaan simpang yang lebih efisien dan aman. Penelitian ini dilakukan selama tiga hari yaitu sabtu 10 Mei 2025, Minggu 11 Mei 2025. Dan Senin12 Mei 2025. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan volume lalu lintas hari Sabtu 9436,3 smp/jam. Minggu 8881,4 smp/jam, dan Senin 9502,7. Berdasarkan hasil Analisa kinerja simpang didapatkan nilai derajat kejenuhan (ds) tertinggi yang terjadi pada hari minggu pada jam puncak pagi dengan nilai ds 1,26 yang menunjukan bahwa kondisi simpang telah melewati kapasitas maksimumnya. Nilai peluang antrian pada jam puncak tersebut diantara 66,15%-139,06%, nilai tundaan 86,62 det/smp dengan tingkat pelayanan katagori F. Kondisi ini mengindikasikan bahwa simpang berkerja dalam keadaan yang sangat jenuh membutuhkan penanganan segera. Dari hasil tersebut beberapa alternatif peningkatan kinerja simpang yang direkomendasikan seperti pemasangan rambu larangan berhenti, pelebaran pendekat, serta pemasangan alat pemberi isyarat lalu lintas(APILL).