Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Talk show Edukasi Skabies: Upaya Promotif di Desa Babakan Madang, Bogor Wijaya, Meiliyana; Gaverio, Nicholas Francisco; Olivia, Vera; Joprang, Freggy Spicano; Hananta, Linawati
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.19150

Abstract

Background: Scabies, also known as "kudis," is a skin disease commonly found in areas with high population density and poor sanitation, such as rural regions. This study aimed to increase the knowledge and awareness of residents regarding scabies through an educational talk show. The activity was conducted in Babakan Madang Village, Bogor, West Java, an area with a high incidence of scabies. Methods: This community engagement activity was conducted through a two-way interactive educational approach in the form of a talk show, commencing with a pre-test, followed by an expert-led interactive discussion on the identification, prevention, and treatment of scabies, a question-and-answer session, a post-test, and the provision of appropriate scabies medication to residents diagnosed with the condition. Results: The results showed a significant increase in post-test scores compared to pre-test scores, indicating an improvement in residents' knowledge about Sarcoptes scabiei, the causative agent of scabies, including its symptoms and proper treatment. Conclusions: In conclusion, the talk show method proved effective in raising public awareness about scabies and equipping affected residents with appropriate treatment ointments, thereby supporting government efforts to reduce the prevalence of scabies in the region.
pada Penyuluhan Edukasi Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi pada Siswa Kelas 4-6 SDN 6 Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat Octavia, Mora; Gaverio, Nicholas Francisco; Hananta, Linawati
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Limited access to health facilities, economic factors, and limited knowledge and insight regarding the importance of maintaining dental health are risk factors for the high incidence of dental and oral problems, especially in children and rural environments. Based on data from Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), dental and oral health problems are most often found in children aged 5-9 years, with a percentage reaching 67%. Dental disease in children not only causes pain but also impacts their self-confidence, cognitive development, and daily activities. One of the villages with a high incidence of dental disease is Babakan Madang Village, Bogor, West Java. There is a need for education about dental health to increase children's awareness and reduce the incidence of dental disease. Methods: The implementation of educational activities regarding dental health began with a pre-test, presentation of material, and a question and answer session, followed by a demonstration of proper steps for brushing teeth, showing an educational video, pre-test, and post-test exercise, and ending with giving goodie bags. Results: There is a significant increase in knowledge and insight regarding dental health, as evidenced by an average score from pre-test to post-test of 16.67%. Conclusion: This educational outreach activity about dental health can increase students' understanding and awareness of dental health in grades 4, 5, and 6 at SDN 6 Babakan Madang about dental health and enable them to apply appropriate steps for brushing teeth. Keywords: Caries; Dental Health Education; Elementary School children; Rural community
Edukasi Kesehatan Mental, Perundungan, dan Pencegahan Perilaku Self-Harm pada Siswa/i di SMPN 1 Babakan Madang, Bogor Hardi, Nicholas; Angelika, Patricia; Soerianto, Cellina Aurelia; Tamara, Xenia; Gaverio, Nicholas Francisco; Hananta, Linawati
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Mitramas, Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v4i1.7129

Abstract

Remaja merupakan fase perkembangan yang penting dalam membentuk identitas seseorang. Pengalaman yang kurang baik pada fase ini seperti perundungan, dapat menjadi cikal bakal dan berhubungan dengan masalah perkembangan yang dapat timbul di kemudian hari, seperti perilaku mencederai diri (self-harm) sebagai bentuk mekanisme koping untuk masalah yang dirasakan kurang nyaman. Kesadaran siswa/i SMPN 1 Babakan Madang, Bogor akan perundungan dan dampaknya bagi kesehatan mental diketahui masih kurang, sehingga upaya intervensi untuk meningkatkan kesadaran akan tema ini menjadi penting. Kegiatan pengabdian masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa/i SMPN 1 Babakan Madang, Bogor dengan memberikan edukasi terkait perundungan dan memperkenalkan berbagai mekanisme koping adaptif sebagai langkah pencegahan terhadap perilaku self-harm yang merupakan salah satu dampak dari perundungan. Evaluasi kegiatan PkM dengan melihat perbandingan nilai pre-test dan post-test serta hasil survei kepuasan kegiatan. Secara umum, kegiatan PkM ini telah berjalan dengan baik dan dapat memberikan peningkatan pengetahuan sebesar 2,17% mengenai kesehatan mental, perundungan dan mekanisme koping. Dengan demikian, kegiatan serupa di kemudian hari dapat dipertimbangkan dan disempurnakan agar lebih bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat sekitar.
Edukasi Kesehatan Mental, Perundungan, dan Pencegahan Perilaku Self-Harm pada Siswa/i di SMPN 1 Babakan Madang, Bogor Hardi, Nicholas; Angelika, Patricia; Soerianto, Cellina Aurelia; Tamara, Xenia; Gaverio, Nicholas Francisco; Hananta, Linawati
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Mitramas, Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v4i1.7129

Abstract

Remaja merupakan fase perkembangan yang penting dalam membentuk identitas seseorang. Pengalaman yang kurang baik pada fase ini seperti perundungan, dapat menjadi cikal bakal dan berhubungan dengan masalah perkembangan yang dapat timbul di kemudian hari, seperti perilaku mencederai diri (self-harm) sebagai bentuk mekanisme koping untuk masalah yang dirasakan kurang nyaman. Kesadaran siswa/i SMPN 1 Babakan Madang, Bogor akan perundungan dan dampaknya bagi kesehatan mental diketahui masih kurang, sehingga upaya intervensi untuk meningkatkan kesadaran akan tema ini menjadi penting. Kegiatan pengabdian masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa/i SMPN 1 Babakan Madang, Bogor dengan memberikan edukasi terkait perundungan dan memperkenalkan berbagai mekanisme koping adaptif sebagai langkah pencegahan terhadap perilaku self-harm yang merupakan salah satu dampak dari perundungan. Evaluasi kegiatan PkM dengan melihat perbandingan nilai pre-test dan post-test serta hasil survei kepuasan kegiatan. Secara umum, kegiatan PkM ini telah berjalan dengan baik dan dapat memberikan peningkatan pengetahuan sebesar 2,17% mengenai kesehatan mental, perundungan dan mekanisme koping. Dengan demikian, kegiatan serupa di kemudian hari dapat dipertimbangkan dan disempurnakan agar lebih bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat sekitar.