The importance of social media's role as an effective public communication tool in the digital era, particularly in enhancing transparency and public participation. This study aims to describe the implementation of the communication strategy of the Bogor District Communication and Informatics Office (Diskominfo) in disseminating information through social media @diskominfokabbogor. The research method used is descriptive qualitative, based on the theory of Cutlip, Center, & Broom. The results indicate that Diskominfo has implemented an effective communication strategy through four stages: fact-finding, planning, implementation, and evaluation. The research reveals that this strategy has successfully established the @diskominfokabbogor account as an inclusive and adaptive public information hub, despite facing challenges in visual content production capacity. During the implementation stage, content is managed collaboratively using repost, redesign, and independent production approaches. Although facing challenges regarding limited graphic design expertise, Diskominfo has taken strategic steps, such as enhancing cross-sectoral cooperation, to minimize the impact. This study concludes that to optimize the communication strategy, Diskominfo needs to improve the team's technical capabilities, strengthen collaboration, and implement more systematic evaluations to enhance the quality of information delivered to the public. Abstrak Pentingnya peran media sosial sebagai sarana komunikasi publik yang efektif di era digital, terutama dalam meningkatkan transparansi dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor dalam menyebarkan informasi melalui Media Sosial @diskominfokabbogor. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan landasan teori Cutlip, Center, & Broom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Diskominfo telah menerapkan strategi komunikasi yang efektif melalui empat tahapan: pencarian fakta, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian mengungkap bahwa strategi ini berhasil menjadikan akun @diskominfokabbogor sebagai pusat informasi publik yang inklusif dan adaptif, meskipun menghadapi tantangan dalam hal kapasitas produksi konten visual. Pada tahap pelaksanaan, konten dikelola secara kolaboratif dengan pendekatan repost, redesain, dan produksi mandiri. Meskipun menghadapi tantangan dalam hal keterbatasan tenaga ahli desain grafis, Diskominfo telah mengambil langkah strategis seperti meningkatkan kerja sama lintas bidang untuk meminimalkan dampaknya. Studi ini menyimpulkan bahwa untuk mengoptimalkan strategi komunikasi, Diskominfo perlu meningkatkan kemampuan teknis tim, memperkuat kolaborasi, dan melaksanakan evaluasi yang lebih sistematis guna meningkatkan kualitas informasi yang disampaikan kepada masyarakat.