Zain, Muhammad Fairuz
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kondisi Geologi dan Rumusan Sejarah Geologi Desa Bojong dan Sekitarnya, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah Zain, Muhammad Fairuz; Wijanarko, Alif Habibi
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 6 No 2 (2025): JGRS Edisi November
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgrs.ft.unila.475

Abstract

Desa Bojong dan sekitarnya, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah secara fisiografis termasuk dalam Zona Kendeng. Penelitian ini dilakukan untuk memahami kondisi dan proses geologi daerah penelitian yang berukuran 4x5 km. Penelitian didahului dengan studi literatur dan analisis data sekunder yang menghasilkan peta geomorfologi dan interpretasi awal struktur geologi. Pengambilan data lapangan sebagai data primer selanjutnya diolah menghasilkan peta-peta, analisis stratigrafi, analisis struktur geologi, serta identifikasi petrografi dan paleontologi. Seluruh analisis ini diintegrasikan untuk merekonstruksi sejarah geologi daerah penelitian. Satuan geomorfologi terbagi menjadi tiga, yaitu Punggungan Homoklin Wonosegoro terdenudasi rendah, Lembah Homoklin Wonosegoro terdenudasi sedang, dan Dataran Denudasional Wonosegoro terdenudasi kuat. Stadia daerah penelitian diklasifikasikan dalam stadia dewasa. Satuan batuan dibagi menjadi tiga, yaitu Batulempung Karbonatan yang terendapkan pada Kala Miosen Tengah, kemudian secara selaras pada Kala Miosen Akhir-Pliosen terendapkan Batupasir Karbonatan, serta pada Kala Holosen terendapkan Satuan Lempung-Kerikil secara tidak selaras. Berdasarkan karakteristik fasies, lingkungan pengendapan terdiri dari dua fase, yaitu lower fan dan channeled suprafan lobes. Struktur geologi yang ditemukan meliputi lipatan berorientasi barat-timur, sesar dekstral berorientasi timur laut-barat daya, serta kekar gerus. Pola sesar pada daerah penelitian memiliki kesamaan dengan pola meratus.