Pratiwi, Dinasty Happy
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Dinas Pendidikan dalam Reintegrasi Anak Tidak Sekolah di Kota Malang Pratiwi, Dinasty Happy; Triwiyanto, Teguh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan hak dasar setiap manusia yang dijamin oleh berbagai instrumen nasional maupun internasional, serta menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas hidup dan pembangunan sosial. Namun demikian, permasalahan anak tidak sekolah masih menjadi isu serius di berbagai daerah, termasuk di Kota Malang. Fenomena ini mencerminkan adanya ketimpangan dalam akses, partisipasi, dan keberlanjutan pendidikan, yang disebabkan oleh faktor ekonomi, sosial, budaya, maupun kelembagaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya reintegrasi anak tidak sekolah di Kota Malang sebagai strategi pemenuhan hak pendidikan dan pengurangan kesenjangan sosial. Metode yang digunakan adalah mixed methods tipe sequential explanatory dengan teknik pengumpulan data melalui angket, wawancara, observasi, dan FGD dengan OPD, dinas pendidikan, serta keluarga anak tidak sekolah. Analisis dilakukan dengan menelaah proses identifikasi, intervensi, serta dukungan sosial yang terlibat dalam program reintegrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reintegrasi anak tidak sekolah di Kota Malang memerlukan sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Program seperti Sekolah Kejar Paket, Program AKAS (Ajak Kembali Anak ke Sekolah), serta dukungan biaya terbukti membantu sebagian anak untuk kembali ke jalur pendidikan formal maupun nonformal. Namun demikian, tantangan masih muncul dalam hal pendataan yang belum komprehensif, minimnya pendampingan berkelanjutan, serta kurangnya motivasi dari anak dan keluarga. Penelitian ini menegaskan bahwa reintegrasi anak tidak sekolah bukan sekadar program pendidikan, tetapi juga merupakan bentuk nyata dari pemenuhan hak asasi manusia. Oleh karena itu, dibutuhkan kebijakan yang holistik dan berkelanjutan agar setiap anak di Kota Malang dapat memperoleh akses pendidikan dan kesempatan belajar yang setara dan bermakna.