Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perspektif Fiqh Muamalah Terhadap Kepemilikan Dan Jual Beli Hasil Penambangan Emas Ilegal Di Sungai Batang Masumai Kabupaten Merangin Putra, Rama Satria; Karima, Azzahra
Al-Bayyinah Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Bayyinah
Publisher : Faculty of Sharia and Islamic Law Institut Agama Islam Negeri Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/al-bayyinah.v9i2.9725

Abstract

Illegal gold mining practices in the Batang Masumai River area of Merangin Regency have been ongoing for years and have become the main livelihood for some residents. This activity is carried out without official government permits and by residents living along the riverbanks, thus falling into the category of illegal mining. This study aims to analyze the ownership and trade of gold resulting from this mining from the perspective of fiqh muamalah. The method of this study is field research (qualitative) using a normative-empirical approach, with data collection techniques through observation and interviews with miners as well as gold traders. The data is analyzed through stages of collection, reduction, presentation, and conclusion. The findings of this study indicate that gold obtained from illegal mining does not fulfill the conditions and requirements to be legally traded because it is sourced from activities that violate the law, damage the environment, and have the potential to unilaterally infringe on public property rights. The buying and selling of gold from illegal mining cannot be justified from the perspective of fiqh muamalah, as it does not meet the elements of lawful ownership and public benefit.
Ritual Perjalanan Terakhir Suku Anak Dalam Jambi: Studi Perbandingan Dengan Hukum Islam Putra, Rama Satria
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 13 No. 2 (2025): Desember
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/tafaqquh.v13i2.4347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian ritual perjalanan terakhir SAD dengan ketentuan hukum Islam mengenai tata cara pengurusan jenazah. Metode yang digunakan adalah penelitian empiris dengan pendekatan antropologi hukum. Dan data dikumpulkan melalui teknik observasi dan wawancara dengan Temenggung serta anggota komunitas SAD. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah praktik ritual SAD tidak sejalan dengan ketentuan syariat, terutama dalam hal larangan meratap berlebihan, kewajiban memandikan dan mengkafani jenazah, kewajiban menshalatkan, serta perintah untuk menguburkan jenazah di dalam tanah. Sebaliknya, hukum Islam menekankan prinsip pemuliaan terhadap jenazah, ketertiban syariat, serta penghindaran dari keyakinan terhadap roh-roh yang dapat mengganggu manusia. Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya memadukan analisis hukum Islam dengan realitas empiris komunitas adat yang memiliki sistem kepercayaan unik dan jarang dikaji dalam studi pengurusan jenazah. Penelitian ini memberikan gambaran baru mengenai bagaimana interaksi antara tradisi lokal dan hukum Islam, serta kontribusi terhadap pengembangan kajian fiqh jenazah dalam konteks sosial budaya yang ada Indonesia.