Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Ruang Profan Menjadi Sakral: Studi Tradisi Buka Luwur Vivi Kurnia Putri; Purwanto, Edi; Rukayah, R. Siti; Sardjono, Agung Budi
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 12 No 2 (2025): December
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v12i2a2

Abstract

The Buka Luwur tradition is a cultural ritual held annually on the 15th of Muharram in Kaliputu Village. This tradition serves as a form of respect to an ancestor, Mbah Depok Soponyono. The procession involves local community members who carry ritual items such as kain luwur (sacred cloth), offerings (sesajen), jenang (traditional porridge), and tumpeng (cone-shaped rice), all of which are considered cultural symbols. The ritual begins with a procession on foot from the main road of Kaliputu Village to the tomb of Mbah Depok Soponyono. This study aims to examine how the Buka Luwur ritual transforms public space into sacred space through meaningful cultural symbols that shape a temporary cultural space. A qualitative approach with a case study method was used, involving the subjective experiences of the local community. The findings reveal that the interaction between cultural symbols and collective community action can symbolically transform a space into a sacred one. Ritual elements such as kain luwur, offerings, jenang, tumpeng, and the procession route function as markers with deep spiritual, social, and cultural meaning for the community—signifying the construction of a temporary cultural space.
Perancangan Galeri Seni dan Budaya di Kota Surakarta Dengan Pendekatan Arsitektur Inklusif Mohammad Azis Amirrudin; Diana Kesumasari; Vivi Kurnia Putri
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 7, Nomor 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v7i2.78

Abstract

Perancangan Galeri Seni dan Budaya di Kota Surakarta dilatarbelakangi oleh terbatasnya fasilitas galeri yang representatif dan aksesibel bagi penyandang disabilitas, meskipun kota ini telah ditetapkan sebagai Kota Kreatif UNESCO 2023. Penelitian ini bertujuan merancang galeri dengan pendekatan arsitektur inklusif yang mampu mengakomodasi keberagaman pengguna. Metode yang digunakan adalah metode campuran melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara dengan pelaku seni serta komunitas difabel. Hasil perancangan menunjukkan bangunan dengan organisasi ruang hybrid berpusat pada atrium sebagai jangkar orientasi, zoning publik–privat yang jelas, sistem sirkulasi inklusif, serta penerapan fasilitas aksesibilitas seperti ramp, lift difabel, hearing loop system, dan jalur evakuasi inklusif. Desain ini tidak hanya memenuhi standar teknis aksesibilitas, tetapi juga mendorong interaksi sosial dan partisipasi setara dalam aktivitas seni dan budaya di Surakarta.