Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rekonstruksi Evolusi Geologi Daerah Banding Agung dan Sekitarnya Berdasarkan Analisis Stratigrafi, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan Kurniawan, Muhammad; Salni, Muhammad Alfath Salvano
TEKNIKA SAINS Vol 10, No 2 (2025): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v10i2.4552

Abstract

Daerah penelitian terletak pada Kecamatan Banding Agung dan Sekitarnya, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kembali proses pengendapan batuan dan merekonstruksikan sejarah geologi pada daerah penelitian. Daerah penelitian secara geologis termasuk dalam Sub-Cekungan Palembang Selatan yang merupakan bagian dari Cekungan Sumatera Selatan dan mengalami pengaruh tiga fase tektonik utama, yaitu compression, transtension, dan transpression. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan dan analisis laboratorium, urutan stratigrafi daerah penelitian terdiri atas Formasi Kikim (Tpok), Formasi Talangakar (Tomt), Formasi Baturaja (Tmb), Formasi Gumai (Tmg), dan Formasi Ranau (QTr). Formasi Kikim diinterpretasikan terbentuk pada lingkungan fluvial berenergi rendah (floodplain) pada kala Paleosen Akhir–Oligosen Awal. Secara selaras di atasnya diendapkan Formasi Talang Akar yang mencerminkan lingkungan fluvial-deltaik pada akhir Oligosen hingga Miosen Awal. Formasi Baturaja yang tersusun atas batugamping karbonatan menunjukkan lingkungan pengendapan reef flat laut dangkal pada Miosen Awal–Tengah, sedangkan Formasi Gumai terbentuk pada lingkungan delta front laut dangkal dengan indikasi keberadaan fosil foraminifera planktonik dan bentonik yang berumur Miosen Tengah. Formasi termuda, yaitu Formasi Ranau, tersusun atas tuf hasil aktivitas vulkanik eksplosif Gunung Seminung pada Kala Pliosen–Resen. Berdasarkan hubungan stratigrafi dan data paleontologi, evolusi geologi daerah penelitian memperlihatkan transisi lingkungan pengendapan dari darat menuju laut dangkal yang dikontrol oleh dinamika tektonik, transgresi-regresi laut, serta aktivitas vulkanik. Proses erosi, denudasi, dan pelapukan pada kala Resen kemudian membentuk morfologi modern berupa perbukitan, lembah, dan punggungan. Hasil penelitian ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai interaksi antara proses sedimentasi, tektonik, dan vulkanisme dalam evolusi geologi wilayah selatan Cekungan Sumatera Selatan.
Analisis Geomorfologi Daerah Jampang Tengah dan Sekitarnya, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat Arsyad, Muhammad Astridho; Idarwati; Salni, Muhammad Alfath Salvano
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i1.1686

Abstract

The geomorphological analysis of the Jampang Tengah area, Sukabumi Regency, West Java, aims to identify the ongoing geomorphological processes and geomorphic units within the study area. Based on its geographical location, the study area is part of the Bogor Basin, which is characterized by relatively unique geological settings in terms of stratigraphy, geological structure, and geomorphology. The geomorphic units were identified through several aspects, including morphological (physical) aspects consisting of morphography and morphometry, as well as morphodynamic aspects. The research was conducted using field observation methods and studio analysis based on Geographic Information Systems (GIS). The research process began with preliminary identification through the interpretation of Digital Elevation Model (DEM) data, which was correlated with field features through direct observations from various strategic points. Supporting phenomena were described and measured to collect geomorphological data. The identified geomorphic units in the study area include Highly Eroded Denudational High Hills, Moderately Eroded Denudational High Hills, Fault Zone High Hills, Synclinal Hills, and Karst Hills. These geomorphic units can be utilized as information for further studies, disaster mitigation support data, and regional development planning.