Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Komik Edukatif Sistem Tata Surya Untuk Mengungkap Dampak Polusi Cahaya Pada Siswa SMP Wardani, Putri Dyah Pramastya; Raida, Sulasfiana Alfi
WASIS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2025): WASIS: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : PGSD Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/wasis.v6i2.15180

Abstract

The purpose of this research was to develop and test the feasibility of the educational science comic "The Adventures of Lintang and Gatra in the Solar System," which discusses the solar system and the impact of light pollution. This innovation was based on the low understanding of the material by seventh-grade students at SMP 2 Jekulo, due to the dominance of conventional learning and the lack of interactive visual media, despite the students' preference for comics. This research employed a research and development (R&D) method. The development was conducted using the 4D model, consisting of the stages of define, design, develop, and dissemination. The data collection process involved two types of data: quantitative and qualitative. Quantitative data were obtained from product validation conducted by experts (media, materials, and practitioners). Qualitative data were obtained from various suggestions and input provided by experts. Data collection instruments included validation instruments (media experts, material experts) and questionnaires from teacher and student responses. The validation results indicated high feasibility: material experts (94.55% very valid), media experts (95% very valid), and practitioners (933.33% very feasible). Positive responses from seven students (94.44%) indicated that the comic was engaging, easy to understand, relevant, and effective in increasing interest and independence in learning. The educational comic "The Adventures of Lintang and Gatra in the Solar System" proved to be highly valid and feasible as an innovative solution at SMP 2 Jekulo. This medium effectively increased students' understanding of the abstract concept of the solar system and raised awareness of light pollution issues.
Miskonsepsi dalam IPA: Kesalahpahaman Siswa SMP tentang Ciri-ciri Makhluk Hidup Nurul Muhammad, Maulidia; Septia Nabila Fathin, Septia; Fiorentina, Laviola; Wardani, Putri Dyah Pramastya
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v5i3.4688

Abstract

Miskonsepsi menjadi salah satu hambatan siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), khususnya pada materi ciri-ciri makhluk hidup di tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk miskonsepsi yang dialami oleh siswa SMP terhadap konsep dasar dari ciri makhluk hidup. Metode yang digunakan yakni deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa tes diagnostik pilihan ganda beralasan yang diberikan kepada 31 siswa kelas VII dan VIII. Hasil jawaban diklasifikasikan ke dalam 4 kategori yakni paham konsep, miskonsepsi, menebak, dan tidak paham konsep. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung frekuensi dan persentase jawaban siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pemahaman siswa berada pada kategori paham konsep 45,16%, miskonsepsi sebesar 23,87%, tidak paham konsep 29,68%, dan menebak sebesar 1,29%. Miskonsepsi banyak ditemukan pada soal yang berkaitan dengan adaptasi, respirasi, dan gerak tumbuhan, yang mana materi cenderung bersifat abstrak dan tak kasat mata. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada fokus topik ciri-ciri makhluk hidup serta penggunaan instrumen diagnostik yang juga menganalisis aspek alasan siswa, sehingga mampu menggali pola pikir dan jenis miskonsepsi lebih dalam. Berdasarkan hasil, maka pentingnya penerapan strategi pembelajaran kontekstual, penggunaan media visual, serta dengan pendekatan fenomena nyata untuk mengurangi miskonsepsi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi suatu dasar pertimbangan dalam merancang pembelajaran IPA selanjutnya agar lebih bermakna, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan miskonsepsi.