Miskonsepsi menjadi salah satu hambatan siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), khususnya pada materi ciri-ciri makhluk hidup di tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk miskonsepsi yang dialami oleh siswa SMP terhadap konsep dasar dari ciri makhluk hidup. Metode yang digunakan yakni deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa tes diagnostik pilihan ganda beralasan yang diberikan kepada 31 siswa kelas VII dan VIII. Hasil jawaban diklasifikasikan ke dalam 4 kategori yakni paham konsep, miskonsepsi, menebak, dan tidak paham konsep. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung frekuensi dan persentase jawaban siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pemahaman siswa berada pada kategori paham konsep 45,16%, miskonsepsi sebesar 23,87%, tidak paham konsep 29,68%, dan menebak sebesar 1,29%. Miskonsepsi banyak ditemukan pada soal yang berkaitan dengan adaptasi, respirasi, dan gerak tumbuhan, yang mana materi cenderung bersifat abstrak dan tak kasat mata. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada fokus topik ciri-ciri makhluk hidup serta penggunaan instrumen diagnostik yang juga menganalisis aspek alasan siswa, sehingga mampu menggali pola pikir dan jenis miskonsepsi lebih dalam. Berdasarkan hasil, maka pentingnya penerapan strategi pembelajaran kontekstual, penggunaan media visual, serta dengan pendekatan fenomena nyata untuk mengurangi miskonsepsi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi suatu dasar pertimbangan dalam merancang pembelajaran IPA selanjutnya agar lebih bermakna, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan miskonsepsi.