M Aprilian Wahyu Setya Wardana4
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dakwah Normatif Dan Transformatif:Menulusuri Perannya Dalam Perubahan Sosial Ahmad Yusuf Saifullah; Masroni Abdillah Khoirullah; Ahnad Gafi; M Aprilian Wahyu Setya Wardana4; Zanuba Nur Hamidah; Erma Melinda Zulkarnain; Zelda Safitri; Ali Siswanto
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.793

Abstract

Studi mobilitas sosial tradisional sering kali mengandalkan metrik statis seperti status pekerjaan, yang gagal menangkap kompleksitas dan dinamika mobilitas di era digital, terutama di negara-negara berkembang. Penelitian ini bertujuan mengkonseptualisasi ulang mobilitas sosial sebagai fenomena multidimensional, melampaui kerangka teoretis yang didominasi oleh pendekatan konvensional. Kami berargumen bahwa perubahan sosial yang cepat dan adopsi teknologi telah menciptakan jalur-jalur mobilitas baru yang tidak terdeteksi oleh metode lama. Sebagai metodologi, kami menggunakan pendekatan inovatif dengan menganalisis data jejak digital dari platform e-commerce dan media sosial yang dianomimkan di sebuah negara berkembang. Dengan memanfaatkan algoritma pembelajaran mesin (seperti analisis klaster hierarkis dan random forest), kami mengidentifikasi pola perilaku yang menandakan perubahan status dan posisi sosial. Hasilnya menunjukkan bahwa mobilitas sosial tidak hanya terbatas pada pergerakan vertikal dalam hierarki pekerjaan. Kami berhasil mengidentifikasi dan mengklasifikasikan tiga klaster mobilitas baru: the digital entrepreneur, yang naik kelas melalui ekonomi daring; the transnational migrant, yang mobilitasnya terwujud melalui koneksi global; dan the cultural climber, yang meningkatkan posisi sosialnya melalui akumulasi modal kultural digital. Temuan ini menegaskan bahwa mobilitas sosial di negara berkembang adalah fenomena yang lebih beragam dan cair daripada yang diperkirakan sebelumnya. Sebagai kesimpulan, penelitian ini tidak hanya mengisi kekosongan metodologis dalam studi mobilitas sosial tetapi juga memberikan kontribusi teoretis yang signifikan dengan menawarkan model multidimensional baru. Implikasi kebijakan menunjukkan perlunya intervensi yang menargetkan jalur-jalur mobilitas digital dan kultural untuk menciptakan masyarakat yang lebih setara.