Tuberkulosis endobronkial ulseratif merupakan manifestasi tuberkulosis (TB) yang jarang terjadi, ditandai dengan pembentukan ulkus multipel pada mukosa trakea dan bronkus yang dapat menyebabkan obstruksi jalan napas akibat sumbatan mukus. Deteksi dini kondisi ini sangat penting karena gambaran klinis dan radiologisnya yang seringkali tidak spesifik. Laporan kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan presentasi klinis, temuan bronkoskopi, serta penatalaksanaan pada pasien dengan tuberkulosis endobronkial ulseratif yang disertai ulkus trakea multipel dan obstruksi mukus di lobus superior paru kanan. Laporan kasus ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan data yang diperoleh dari anamnesis, pemeriksaan fisik, dan penunjang (termasuk bronkoskopi) pada satu pasien. Dilaporkan seorang perempuan berusia 55 tahun dengan TB paru aktif yang menunjukkan gejala batuk berdahak dan nyeri ulu hati. Pemeriksaan radiologi dada menunjukkan infiltrat patchy. Diagnosis definitif ditegakkan melalui bronkoskopi yang menemukan ulkus multipel di sepanjang mukosa trakea dan obstruksi mukus kental di orifisium lobus superior paru kanan. Pasien kemudian menjalani terapi obat anti-tuberkulosis (OAT) kategori 1 fase intensif dan penanganan suportif. Tuberkulosis endobronkial ulseratif dengan komplikasi obstruksi mukus merupakan kondisi yang memerlukan kewaspadaan tinggi. Bronkoskopi memegang peran krusial sebagai modalitas diagnostik utama untuk mengidentifikasi lesi endobronkial yang tidak terdeteksi oleh pemeriksaan radiologi konvensional, sehingga memungkinkan penatalaksanaan yang tepat dan lebih dini untuk mencegah komplikasi serius seperti hemoptisis dan gagal napas.