Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi Mycobacterium tuberculosis pada paru yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dengan angka kasus dan kematian yang tinggi. Pada tahun 2024 tercatat 10,8 juta kasus TBC di dunia. Indonesia sendiri menempati peringkat kedua jumlah kasus TBC terbanyak setelah India dengan estimasi 1 juta kasus dan 125 ribu kematian setiap tahunnya. Rendahnya perilaku pencegahan yang dipengaruhi pengetahuan dan sikap masyarakat menjadi salah satu faktor penyebab tingginya kasus. Tujuan penelitian : Menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dengan perilaku pencegahan tuberkulosis paru di RW 01 Kelurahan Sawangan Baru, Kota Depok. Metode Penelitian : Menggunakan jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian : Studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh masyarakat yang berdomisili di Wilayah RW 01 Kelurahan Sawangan Baru Kota Depok dengan sampel sebanyak 273 orang yang diambil menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling di 4 RT, Analisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian : Responden mayoritas berjenis kelamin perempuan 175 orang (64,1%), berusia dewasa 235 orang (86,1%), bekerja wiraswasta sebanyak 69 orang (25,3%) dan berpendidikan SMA/sederajat 184 orang (67,4%). Sebanyak 158 orang (67,8%) memiliki pengetahuan baik, 169 orang (61,9%) memiliki sikap positif, dan 207 orang (75,8%) memiliki perilaku pencegahan baik. Uji Spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,000; r=0,321) dan sikap (p=0,000; r=0,367) dengan perilaku pencegahan tuberkulosis paru. Kesimpulan : Pengetahuan dan sikap berhubungan signifikan terhadap perilaku pencegahan tuberkulosis paru. Saran : Peran aktif kelurahan dalam pemberdayaan masyarakat untuk pencegahan tuberkulosis, pemanfaatan hasil oleh institusi pendidikan, peningkatan penyuluhan oleh tenaga kesehatan, dan partisipasi masyarakat dalam perilaku hidup bersih dan sehat.