Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE LIVING QUR’AN IN THE BARZANJI TRADITION: INTEGRATING THE SACRED TEXT AND LOCAL CULTURE Fahmi Al-Mahfudh; Abdurrahman Mas’ud; M. Khikamuddin
Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin dan Filsafat Vol. 21 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/rsy.v21i2.4301

Abstract

This study departs from the central question: how is the form of the Living Qur’an manifested in the Barzanji tradition in Gunungtelu Village, Karangpucung District, Cilacap Regency, and what are its impacts on worship practices and the community’s religious life? The purpose of this research is to analyze the expression of the Living Qur’an through the Barzanji tradition and to examine its influence on the religious practices of the local community. The research employs a qualitative field method with a phenomenological approach, in which data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was carried out descriptively, analytically, and interpretatively, using Ahmad Rafiq’s Living Qur’an theoretical framework. The findings reveal that the recitation of Barzanji in Gunungtelu is based on QS. al-Ahzab [33]: 56 and is routinely practiced twice a week. This tradition not only strengthens religious practices such as congregational prayer, dhikr, and religious study but also cultivates love for the Prophet Muhammad (peace be upon him), reinforces social solidarity, and serves as a medium for integrating religious values with Nahdlatul Ulama culture. Thus, the Living Qur’an in the practice of Barzanji is present not merely as a text to be recited but as a socio-cultural practice that shapes religious habitus and preserves local Islamic heritage.
MENGASAH BERPIKIR KRITIS MELALUI KASUS LINGKUNGAN: INOVASI LKPD KIMIA HIJAU BERBASIS CASE BASED LEARNING Elis Nur Oktavia; Abdurrahman Mas’ud; Hanifah Setiowati; Fachri Hakim
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v10i1.13667

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang perlu dikembangkan melalui pengajaran kimia, khususnya dalam topik kimia hijau yang berkaitan dengan isu lingkungan sehari-hari. Proses pembelajaran di sekolah masih didominasi oleh metode ceramah dan penggunaan lembar kerja yang tidak menggabungkan kasus dunia nyata, sehingga kemampuan siswa untuk menganalisis masalah tidak berkembang secara maksimal. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan lembar kerja yang berorientasi pada Pembelajaran Berbasis Kasus menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan berdasarkan model 4D, yang meliputi tahap mendefinisikan, merancang, mengembangkan, dan menyebarluaskan. Data dikumpulkan melalui validasi ahli terhadap media dan konten, kuesioner respons siswa, dan penilaian pretest dan posttest untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Hasil validasi menunjukkan skor rata-rata di atas 0,8, termasuk dalam kategori valid, sedangkan perhitungan N-gain sebesar 0,84 termasuk dalam kategori tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa lembar kerja berbasis Pembelajaran Berbasis Kasus cocok digunakan sebagai bahan ajar dalam pengajaran kimia.