Pola makan merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kesiapan fisik dan performa atlet, namun masih banyak atlet yang belum menerapkan kebiasaan makan yang sesuai dengan kebutuhan aktivitas olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola makan atlet berpengaruh terhadap performa atlet sepak bola di lingkungan Unit Kegiatan Mahasiswa Sepak Bola Universitas Pendidikan Indonesia. Penelitian menggunakan metode survei deskriptif dengan penyebaran kuesioner kepada 25 atlet yang berisi pertanyaan mengenai frekuensi makan, jenis makanan yang dikonsumsi, kecukupan cairan, serta persepsi atlet terhadap dampak pola makan terhadap kemampuan bertanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar atlet mengetahui pentingnya pengaturan makan, penerapannya belum optimal karena masih ditemukan kebiasaan sarapan yang tidak teratur, rendahnya konsumsi sayur dan buah, serta masih adanya konsumsi makanan cepat saji yang dapat menurunkan kualitas pemulihan dan stamina. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi gizi yang lebih terarah diperlukan agar atlet dapat menerapkan pola makan yang sesuai dengan tuntutan latihan dan pertandingan. Kesimpulannya, pola makan yang tidak teratur dan kurang seimbang berpotensi menghambat performa atlet, sehingga diperlukan pembinaan gizi yang berkelanjutan untuk mendukung pencapaian performa yang optimal. Eating patterns are one of the key factors influencing athletes’ physical readiness and performance. However, many athletes still do not apply proper dietary habits that match the demands of sports activities. This study aims to examine how athletes’ eating patterns affect the performance of football players in the Student Football Activity Unit at the Indonesia University of Education. The research employed a descriptive survey method by distributing questionnaires to 25 athletes, containing questions about meal frequency, types of food consumed, hydration adequacy, and athletes’ perceptions of the impact of eating patterns on their performance. The results indicate that although most athletes are aware of the importance of proper nutrition, its implementation remains suboptimal. Irregular breakfast habits, low consumption of fruits and vegetables, and the continued intake of fast food were still found, all of which may reduce recovery quality and endurance. These findings highlight the need for more targeted nutritional education to help athletes adopt eating patterns that align with training and competition demands. In conclusion, irregular and unbalanced eating patterns have the potential to hinder athlete performance, emphasizing the importance of continuous nutritional guidance to support optimal athletic achievement.