Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan penguatan kepemimpinan kepala sekolah yang tidak hanya berfokus pada aspek administratif dan manajerial, tetapi juga pada dimensi spiritual sebagai dasar pembentukan budaya kerja guru di satuan pendidikan. Kepemimpinan spiritual dipandang mampu menanamkan nilai keteladanan, integritas, makna kerja, dan tanggung jawab moral yang berdampak pada perilaku profesional guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kepemimpinan spiritual kepala sekolah dalam membentuk dan menguatkan budaya kerja guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi lapangan, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Sumber data meliputi kepala sekolah, guru, serta dokumen kebijakan dan program sekolah yang relevan. Objek penelitian adalah budaya kerja guru, dengan lokus penelitian pada sekolah/madrasah yang menerapkan nilai-nilai keislaman dalam tata kelola pendidikannya. Arah temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi kepemimpinan spiritual kepala sekolah tercermin melalui keteladanan, pembiasaan nilai religius, komunikasi bermakna, dan penguatan komitmen kerja, yang secara simultan membentuk budaya kerja guru yang disiplin, bertanggung jawab, kolaboratif, dan berorientasi pada mutu pembelajaran. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi pengembangan manajemen kepemimpinan pendidikan Islam yang berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya pendidik dan budaya organisasi sekolah