Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERSEPSI TENTANG HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS DAN AQUIRRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROMS PADA REMAJA: PENGETAHUAN DENGAN PERSEPSI TENTANG HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS DAN AQUIRRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROMS PADA REMAJA Cahyanthi , Kadek Ayu Yunistya Dwi; Senjaya , Asep Arifin; Erawati , Ni Luh Putu Sri
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2A (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Special Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2A.3924

Abstract

Masih tingginya angka HIV dan AIDS di Indonesia, termasuk Provinsi Bali tepatnya berada di Kabupaten Badung. Human Immunodeficiency Virus dan Aquirred Immune Deficiency Syndroms merupakan penyakit menular yang menginfeksi masyarakat, dan hingga saat ini, belum ada vaksin atau obat efektif yang dapat mencegahnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan persepsi tentang HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) pada remaja. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2025 di SMAN 3 Kuta Selatan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, penelitian melibatkan 57 responden remaja berusia 15-18 tahun yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitasnya. Hasil penelitian sebagian besar responden 27 orang (47,4%) memiliki tingkat pengetahuan baik dan 29 responden (50,9%) memiliki persepsi positif. Hasil uji Chi Square: 0,020 (< 0,05). Simpulan ada hubungan pengetahuan dengan persepsi tentang human immunodeficiency virus dan aquirred imune deficiency syndroms pada remaja yang artinya semakin banyak pengetahuan yang dimiliki semakin berkurang persepsi negatif terhadap ODHA. Saran yang dapat diberikan diantaranya penguatan program edukasi kesehatan reproduksi di sekolah dan peran aktif keluarga dalam memberikan informasi akurat tentang HIVdan AIDS kepada remaja.
ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIWULAN 3 DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI PUSKESMAS BATURITI I KABUPATEN TABANAN Wiati, Ni Wayan; Tirtawati , Gusti Ayu; Senjaya , Asep Arifin
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1.4506

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu indikator penting dalam menilai status kesehatan ibu dan anak. Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu faktor risiko utama yang dapat menyebabkan terjadinya BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara anemia pada ibu hamil triwulan 3 dengan kejadian BBLR di Puskesmas Baturiti I Kabupaten Tabanan. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Penelitian ini dilaksanakan pada 22 – 30 April 2025. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 374 orang ibu hamil yang menjalani pemeriksaan kehamilan triwulan 3 di Puskesmas Baturiti I dengan mengambil data kohort dari bulan Januari – Desember 2024, sampel di ambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi data rekam medis mengenai kadar hemoglobin dan berat bayi saat lahir. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian anemia pada ibu hamil triwulan 3 dengan kejadian BBLR (p = 0,000). Seluruh ibu yang mengalami anemia melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa anemia pada triwulan 3 memiliki pengaruh singnifikan terhadap kejadian BBLR. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi, pemantauan hemoglobin, dan pemberian tablet tambah darah (TTD) secara optimal selama kehamilan untuk menurunkan risiko BBLR. Kata kunci: Anemia; Ibu Hamil; Triwulan 3; Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)