Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Konformitas Dengan Perilaku Gaya Hidup Hedonisme Dikalangan Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Anggi Chairani; Manah Rasmanah; Hartika Fitri Utami
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3668

Abstract

Mahasiswa adalah kelompok individu yang terdiri dari beragam latar belakang sosial, budaya, dan nilai-nilai yang berbeda dalam menimba ilmu di perguruan tinggi Islam maupun umum, salah satunya ialah Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.Di sisi lain, konformitas yaitu tindakan menyesuaikan sikap, pendapat, atau perilaku seseorang dengan kelompok atau norma sosial tertentu . Meskipun konsep-konsep ini telah menjadi fokus penelitian di bidang konseling, masih terdapat sedikit pemahaman tentang bagaimana ketiga faktor ini saling berhubungan, khususnya dalam konteks mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi dan menganalisis hubungan antara konformitas dengan perilaku gaya hidup hedonisme pada mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis korelasional. Survey dilakukan terhadap 95 mahasiswa dari lima jurusanyang ada di fakultas Dakwah dan Komunikasi. Survey dilakukan secara online menggunakan dua jenis skala, yaitu skala konformitas (25 item) dan skala hedonisme (25 item). Validitas dan reliabilitas keseluruhan item diukur dan dinyatakan valid dan reliabel, dengan rentang reliabilitas antara 0.677 – 0.768. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki kategori konformitas yang sedang, pada variabel hedonisme juga memiliki kategori yang sedang. Analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konformitas dan hedonisme.
Peran Terapi Kognitif – Perilaku (CBT) Dalam Penanganan Anxiety Disorder Pada Remaja Devi Apriliana; Ayu Diah Pratiwi; Lena Marianti; Resta Dela Diwanti; Henisya Cahya Oktarianty; Anggi Chairani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anxiety Disorder atau gangguan kecemasan merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan perasaan cemas intens yang episodik, seringkali muncul tanpa pemicu yang jelas, menyebabkan individu merasa tidak nyaman, gelisah, dan cenderung menghindari aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah efektivitas penerapan Terapi Kognitif Perilaku (CBT) sebagai intervensi penanganan gangguan kecemasan pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Studi Pustaka (Library Research) Data dikumpulkan, dianalisis dari berbagai sumber ilmiah yang relevan, termasuk jurnal penelitian, buku, laporan akademik, dan publikasi online yang membahas CBT dalam konteks anxiety disorder pada populasi remaja. Hasil telaah pustaka secara konsisten menegaskan bahwa Cognitive Behavioral Therapy (CBT) merupakan intervensi yang sangat efektif dalam menangani gangguan kecemasan pada remaja. CBT bekerja dengan membantu remaja menetukan dan mengganti pola pikir irasional, mengelola emosi secara adaptif, dan memodifikasi perilaku maladaptif. Berbagai teknik CBT, seperti restrukturisasi kognitif, paparan bertahap, latihan relaksasi, dan pelatihan keterampilan sosial, terbukti mampu secara signifikan menurunkan gejala kecemasan, meningkatkan kontrol emosi, serta memperkuat kemampuan coping remaja dalam menghadapi tekanan. Penerapan CBT berkontribusi pada peningkatan kepercayaan diri, fungsi sosial, dan evaluasi diri yang lebih sehat. Studi ini menyimpulkan bahwa CBT merupakan pendekatan terapeutik yang komprehensif, relevan, dan berbasis bukti untuk penanganan gangguan kecemasan pada remaja. Keberhasilannya bukan direduksi gejala, tetapi kontribusi perkembangan psikologis remaja secara keseluruhan melalui penguatan aspek kognitif, emosional, dan perilaku. Oleh karena itu, CBT direkomendasikan sebagai intervensi alternatif yang tepat untuk mendukung kesehatan mental remaja baik dalam konteks pendidikan maupun klinis