Zaimarni, Zaimarni
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kurikulum Sekolah Menghadapi Era Disrupsi Zaimarni, Zaimarni; Asyhar, Rayandra; Asrial, Asrial; Syaiful, Syaiful
JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Vol 19 No 2 (2025): Jurnal Perspektif Pendidikan
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v19i2.3823

Abstract

Dunia pendidikan sedang menghadapi perubahan cepat: pandemi, percepatan digitalisasi, kebutuhan keterampilan abad ke-21, dan tekanan pasar kerja yang berubah membuat kurikulum tradisional tidak lagi mencukupi. Negara-negara dan lembaga internasional mendorong desain kurikulum yang lebih fleksibel, berfokus pada kompetensi, nilai, dan kemampuan beradaptasi (OECD, UNESCO, Kemendikbudristek). Era disrupsi ditandai dengan perubahan cepat pada teknologi, ekonomi, dan sosial budaya yang membawa dampak signifikan terhadap dunia pendidikan. Kurikulum sekolah, sebagai instrumen utama pendidikan formal, harus beradaptasi dengan tuntutan abad ke-21 yang menekankan literasi digital, keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, dan fleksibilitas belajar. Makalah ini menganalisis kurikulum sekolah dari perspektif ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam menghadapi era disrupsi. Analisis kritis menunjukkan bahwa kurikulum baru, seperti Kurikulum deep learning di Indonesia maupun OECD Learning Compass 2030, memiliki kekuatan berupa relevansi dan fleksibilitas, namun juga menghadapi tantangan besar terkait kesenjangan digital, kesiapan guru, dan sistem asesmen. Rekomendasi yang diajukan meliputi peningkatan infrastruktur pendidikan, pelatihan berkelanjutan bagi guru, serta desain asesmen yang sesuai dengan kompetensi abad ke-21. Makalah ini menyajikan analisis kritis terhadap kurikulum di era disrupsi dengan meninjau aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis, disertai kekuatan, kelemahan, peluang, serta tantangan implementasi inovasi kurikulum , seperti Kurikulum Deep learning di Indonesia maupun OECD Learning Compass 2030 merupakan langkah strategis, namun keberhasilan implementasi sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, kapasitas guru, dan desain asesmen. Rekomendasi yang diberikan menekankan penguatan literasi digital, pemerataan akses, pengembangan profesional guru, serta penyusunan kurikulum berbasis nilai humanistik dan keberlanjutan