Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi praktik green business sebagai respons strategis dunia usaha terhadap meningkatnya krisis iklim global, sekaligus mengidentifikasi faktor pendukung, hambatan, serta dinamika adaptasi perusahaan dalam mengintegrasikan nilai keberlanjutan ke dalam model bisnis modern. Melalui metode penelitian kepustakaan, studi ini menelaah berbagai literatur mutakhir terkait sustainability, green business, ESG, circular economy, dan digitalisasi industri dari jurnal nasional internasional, laporan lembaga global, serta dokumen kebijakan pemerintah. Hasil sintesis menunjukkan bahwa penerapan bisnis hijau terus berkembang di berbagai sektor mulai dari UMKM, manufaktur, energi, hingga pariwisata meskipun tingkat adopsinya belum merata akibat keterbatasan modal, teknologi, dan kapasitas manajerial. Praktik seperti efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular, serta penerapan Green Supply Chain Management menjadi strategi yang paling banyak diadopsi perusahaan. Studi ini juga menegaskan pentingnya peran regulasi, sertifikasi, digitalisasi, dan tekanan pasar global dalam mempercepat transformasi keberlanjutan. Temuan menunjukkan bahwa perusahaan yang proaktif menerapkan nilai ESG dan memanfaatkan inovasi hijau cenderung memiliki ketahanan bisnis yang lebih baik. Namun, kesenjangan antara komitmen dan implementasi nyata masih menjadi tantangan signifikan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi perumusan strategi transisi ekonomi hijau dan penguatan kebijakan lingkungan berbasis bukti, sehingga dapat mendukung akselerasi green business sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.