Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kurangnya Manajemen Waktu Karyawan Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda Asy-Syifa Bandar Lampung Tahun 2024 FITRI YULI MAYASARI; YOGI CATUR PUTRA; RETNO SOFY SAFIRA; MULI ZALIA AQSA; MELAN ANDAYANI; PANGGA DWI SATRIA; KHALIDAH, FARAH SALWA
Journal of Hospital Administration and Excellent Health Service Vol. 1 No. 2 (2024): JULY
Publisher : Journal of Hospital Administration and Excellent Health Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKRSIA Bunda Asy-Syifa sedang melakukan kredensialing BPJS Kesehatan. RSIA Bunda Asy-Syifa berupaya agar bisa melakukan kerjasama dengan BPJS Kesehatan guna meningkatkan pelayanan dan mutu rumah sakit. Oleh sebab itu, RSIA Bunda Asy-Syifa sedang melakukan perbaikan di berbagai aspek, baik itu di bagian administrasi, bagian keuangan, bagian pemberkasan, bagian SDM, maupun di bagian perbaikan sarana, prasarana dan fasilitas di rumah sakit.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu pengamatan (observasi) dan wawancara. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah. Pada penelitian ini, peneliti menyajikan hasil penelitian secara kualitatif deskriptif yaitu data-data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar dan bukan angka. Data tersebut berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, foto, dan video.Manajemen waktu karyawan yang kurang efektif, karyawan tidak bisa memanajemen waktu dengan baik dan menentukan prioritas pekerjaan mana yang harus segera diselesaikan sehingga menimbulkan keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan yang berdampak adanya lembur dan juga mengakibatkan pembengkakkan dibagian keuangan untuk pembayaran upah lembur. Selain itu berdampak pula pada kinerja HRD apakah HRD memantau kinerja karyawannya atau tidak.Oleh sebab itu program unggulan yang dapat menangani permasalahan dalam manajemen waktu karyawan yang kurang efektif yaitu dengan program “waktuku aku kendalikan” yang akan berpengaruh pada meningkatnya produktivitas karyawan, mengurangi stress dan kelelahan karyawan, meningkatkan kepuasan kerja karyawan, dan meningkatnya citra rumah sakit
IMPLEMENTASI PATIENT CASE MANAGER DALAM PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS DI RUMAH SAKIT UMUM MUHAMMADIYAH METRO Windi Pertiwi; Fitri Yuli Mayasari; Yogi Catur Putra; Eva Nirmala Angguniar; Retno Sofy Safira
Journal of Hospital Administration and Management (JHAM) Vol 7 No 1 (2026): Journal of Hospital Administration and Management (JHAM)
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54973/jham.v7i1.878

Abstract

Tuberculosis remains a major global health problem with challenges in treatment adherence, loss to follow-up, and treatment completion. Patient Case Manager (PCM) is considered an important strategy to improve tuberculosis management through systematic patient assistance and monitoring. This study aimed to analyze differences in tuberculosis treatment outcomes before and after the implementation of Patient Case Manager at Muhammadiyah Metro General Hospital. This study used a quantitative retrospective comparative design with a before–after approach. The study population consisted of all tuberculosis patients recorded in the hospital tuberculosis information system from 2021–2024. Sampling was conducted using total sampling technique. Data analyzed included number of diagnosed patients, patients undergoing treatment, and treatment success rates before and after PCM implementation. Statistical analysis used Chi-square test with significance level p<0.05. The results showed that tuberculosis case detection increased from 333 patients before PCM implementation to 818 patients after implementation. The number of patients undergoing treatment also increased from 199 to 350 patients. Treatment success rate increased from 96.0% before PCM implementation to 97.1% after implementation. Statistical analysis showed significant differences in treatment indicators before and after PCM implementation (p<0.05). In conclusion, the implementation of Patient Case Manager contributed to improved tuberculosis case detection, patient treatment participation, and treatment success rates. Strengthening the role of Patient Case Manager is recommended to optimize tuberculosis control programs in hospitals.