Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Metode Baby Led Weaning Terhadap Keterampilan Oral Motor Pada Bayi 6-12 Bulan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Peureulak Timur Tahun 2023 Rahminsyah; Purnamita Jayati , Sri Rizki; Khalida
Teewan Journal Solutions Vol. 1 No. 3 (2024): Juni
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/cfe9pr21

Abstract

Keterampilan oral motor bayi 6-12 bulan dapat dilakukan dengan memberikan stimulasi seperti baby led weaning yang merupakan metode kegiatan makan yang memperkenalkan makanan sehat keluarga yang sering dikonsumsi oleh keluarga dalam bentuk finger food dan memberi kesempatan kepada anak untuk makan sendiri sejak awal proses pengenalan makanan pendamping ASI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode baby led weaning terhadap keterampilan oral motor pada bayi 6-12 bulan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Peureulak Timur. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-postest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi usia 6-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Peureulak Timur sebanyak 127 bayi. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 15 bayi 6-12 bulan. Teknik sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan oral motor bayi usia 6-12 bulan sebelum diberikan metode baby led weaning adalah 6,6 dengan standar deviasi 0,737 dan Convidence Interval 5-8 dan sesudah diberikan metode baby led weaning adalah 7,4 dengan standar deviasi 0,516 dan Convidence Interval 7-8. Ada pengaruh baby led weaning terhadap keterampilan oral motor pada bayi 6-12 bulan dengan nilai p-value 0,004 (p<0,05). Diharapkan bagi orang tua untuk bisa menjadikan baby led weaning sebagai opsi metode pemberian MPASI untuk merangsang motorik anak, meningkatkan nafsu makan anak, melatih anak mengenali tekstur makanan, dan tetap harus di bawah pengawasan tenaga kesehatan yang kompeten.