Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembentukan Makna melalui Komposisi dalam Cerpen Sepotong Hati Yang Baru Karya Tere Liye Dhea Azkia Shalehah
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.240

Abstract

Penelitian ini membahas pembentukan makna melalui komposisi dalam cerpen Sepotong Hati yang Baru karya Tere Liye. Komposisi dalam kajian morfologi merupakan proses penggabungan dua kata atau lebih yang melahirkan bentuk baru dengan makna tertentu, baik secara leksikal maupun kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui teknik baca dan catat terhadap teks cerpen. Hasil analisis menunjukkan terdapat 25 bentuk komposisi yang terdiri dari struktur Nomina + Nomina (N + N), Nomina + Adjektiva (N + Adj), dan Numeralia + Nomina (Num + N). Bentuk-bentuk komposisi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai satuan leksikal, tetapi juga menghadirkan makna emosional, simbolik, dan psikologis yang memperkuat pesan cerita. Misalnya, sepotong hati melambangkan kehilangan, cincin pernikahan merepresentasikan komitmen yang gagal, dan selimut gelap menjadi metafora kesunyian batin. Penelitian ini menegaskan bahwa komposisi dalam karya sastra berperan penting sebagai strategi kebahasaan untuk membangun suasana, karakter, dan pesan moral.
Gangguan Pemrosesan Bahasa Akibat Trauma Emosional pada Tokoh Tari dalam Film Bolehkah Sekali Saja Aku Menangis Bariah Bariah; Dhea Azkia Shalehah; Muhammad Sugianor; Nazwa Ramadhani
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025): CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/cendekia.v5i4.7565

Abstract

Language processing disorders are disorders that arise when someone is under mental stress or experiencing deep emotional trauma. This study aims to analyze the various types of language processing disorders experienced by the character Tari in the film "Bolehkah Sekali Saja Aku Menangis" (May I Cry Once) and to determine the relationship between the character's emotional state and the linguistic symptoms that appear. This study uses a qualitative approach with a naturalistic approach and analytical descriptive methods, where data are collected through observation and recording of dialogues in the film that show signs of language disorders. Samples were taken purposively based on statements that indicate irregularities in sentence structure, long pauses, repetitions, or inappropriate word choices. This analysis compares the results of the study with existing psycholinguistic theories regarding how language processing works and the influence of trauma on speech production. The findings of this study indicate four main types of language processing disorders experienced by the character Tari: unfinished sentences, long pauses, repetitions of words or phrases, and inaccuracies in word choice. These types of disorders are more apparent when the character experiences high emotional stress and when interacting with family members related to her trauma. The results of this study support the theory that emotional trauma can disrupt verbal working memory function and speech planning processes, ultimately impeding communication skills.