Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah sistem pendidikan dan pemerataan kualitas pembelajaran di berbagai wilayah. E-learning menjadi pilihan efektif dalam mengatasi masalah akses pendidikan, tetapi penerapan di daerah tertinggal masih terhalang infrastruktur digital, rendahnya literasi teknologi dan kurangnya kebijakan untuk pendidikan dalam mendukung integrasi teknologi. Kesenjangan ini telah memperluas perbedaan kualitas pembelajaran antara daerah maju dengan daerah tertinggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan dan pemanfaatan teknologi pembelajaran berbasis e-learning untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di daerah tertinggal. Penelitian ini melakukan analisis studi literatur dengan mengkaji secara sistematis artikel penelitian dan publikasi ilmiah yang dipublikasikan antara 2018 dan 2024 yang diperoleh dari database Scopus, ERIC, ScienceDirect, dan Google Scholar. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, pengembangan e-learning di wilayah tertinggal di Indonesia masih memerlukan dukungan kebijakan terkait penguatan efisiensi pengembangan jaringan dan kebijakan pemetaan akses internet, peningkatan kapasitas pembelajaran digital, dan pemanfaatan pembelajaran dengan konteks lokal. Adanya teknologi e-learning dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi pembelajaran siswa secara aktif, dan meningkatkan efektivitas pembelajaran yang diintegrasikan dengan pendekatan kontekstual dan berbasis komunitas. Analisis ini menunjukkan bahwa pengembangan e-learning di wilayah tertinggal memerlukan kebijakan pembangunan jaringan dan pemetaan akses internet secara berorientasi.