Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PARENTAL EDUCATION PROGRAM ON CHILDHOOD ATOPIC DERMATITIS: A SCOPING REVIEW Wasliati, Balqis; Wasliati, Nadia; Wasliati, Wardah
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v10i2.6444

Abstract

Dermatitis Atopik (DA) merupakan penyakit kulit kronis pruritus yang menimbulkan beban psikososial signifikan pada anak-anak dan keluarga, serta menurunkan kualitas hidup. Meskipun prevalensinya meningkat, belum ada tinjauan menyeluruh yang mengeksplorasi ruang lingkup literatur tentang dampak program pendidikan orang tua pada DA anak. Scoping review ini bertujuan untuk merinci dan merangkum temuan utama dari literatur tentang program pendidikan orang tua untuk DA anak, dengan fokus pada bagaimana program tersebut diimplementasikan dan manfaatnya. Scoping review ini mengikuti Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analysis Protocols (PRISMA-ScR) serta metodologi Joanna Briggs Institute (JBI) 2020. Pencarian literatur dilakukan di database PubMed dan Wiley dari tahun 2013 hingga 2023 menggunakan istilah pencarian Boolean seperti ("Atopic dermatitis" OR "Atopic eczema") AND parent* AND ("Parental Education"). Kriteria inklusi mencakup uji coba terkontrol acak (RCT) yang melibatkan orang tua anak dengan DA. Ekstraksi dan analisis data melibatkan sintesis tematik dari studi yang termasuk. Dari 263 artikel yang diidentifikasi, tiga RCT memenuhi kriteria kelayakan. Program pendidikan orang tua umumnya menggabungkan informasi tertulis, ceramah, sesi praktik, dan diskusi kelompok. Manfaatnya meliputi peningkatan pengetahuan, penurunan keparahan penyakit (misalnya, skor SCORAD yang lebih rendah), peningkatan kualitas hidup, serta pengelolaan gejala seperti pruritus dan gangguan tidur yang lebih baik. Program pendidikan orang tua untuk DA menawarkan berbagai pendekatan dan manfaat signifikan, mendukung hasil klinis yang lebih baik dan kesejahteraan keluarga. Temuan ini menyiratkan perlunya implementasi program tersebut di masyarakat untuk memberdayakan orang tua dalam mengelola DA anak, berpotensi mengurangi beban kesehatan dan meningkatkan kesehatan anak jangka panjang.
PARENTAL EDUCATION PROGRAM ON CHILDHOOD ATOPIC DERMATITIS: A SCOPING REVIEW Wasliati, Balqis; Wasliati, Nadia; Wasliati, Wardah
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis Atopik (DA) merupakan penyakit kulit kronis pruritus yang menimbulkan beban psikososial signifikan pada anak-anak dan keluarga, serta menurunkan kualitas hidup. Meskipun prevalensinya meningkat, belum ada tinjauan menyeluruh yang mengeksplorasi ruang lingkup literatur tentang dampak program pendidikan orang tua pada DA anak. Scoping review ini bertujuan untuk merinci dan merangkum temuan utama dari literatur tentang program pendidikan orang tua untuk DA anak, dengan fokus pada bagaimana program tersebut diimplementasikan dan manfaatnya. Scoping review ini mengikuti Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analysis Protocols (PRISMA-ScR) serta metodologi Joanna Briggs Institute (JBI) 2020. Pencarian literatur dilakukan di database PubMed dan Wiley dari tahun 2013 hingga 2023 menggunakan istilah pencarian Boolean seperti ("Atopic dermatitis" OR "Atopic eczema") AND parent* AND ("Parental Education"). Kriteria inklusi mencakup uji coba terkontrol acak (RCT) yang melibatkan orang tua anak dengan DA. Ekstraksi dan analisis data melibatkan sintesis tematik dari studi yang termasuk. Dari 263 artikel yang diidentifikasi, tiga RCT memenuhi kriteria kelayakan. Program pendidikan orang tua umumnya menggabungkan informasi tertulis, ceramah, sesi praktik, dan diskusi kelompok. Manfaatnya meliputi peningkatan pengetahuan, penurunan keparahan penyakit (misalnya, skor SCORAD yang lebih rendah), peningkatan kualitas hidup, serta pengelolaan gejala seperti pruritus dan gangguan tidur yang lebih baik. Program pendidikan orang tua untuk DA menawarkan berbagai pendekatan dan manfaat signifikan, mendukung hasil klinis yang lebih baik dan kesejahteraan keluarga. Temuan ini menyiratkan perlunya implementasi program tersebut di masyarakat untuk memberdayakan orang tua dalam mengelola DA anak, berpotensi mengurangi beban kesehatan dan meningkatkan kesehatan anak jangka panjang.
FACTORS ASSOCIATED WITH PATIENT UNDERSTANDING OF PHYSIOTHERAPY SERVICE FLOW: A CROSS-SECTIONAL STUDY BASED ON PERMENKES NO. 65 OF 2015 Wasliati, Balqis; Wasliati, Nadia; Wasliati, Laily
International Archives of Medical Sciences and Public Health Vol. 7 No. 1 (2026): International Archives of Medical Sciences and Public Health
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/iamsph.v7i1.1585

Abstract

Patient understanding of physiotherapy service flow is essential for adherence and outcomes. This study analyzes factors associated with patients' understanding based on Minister of Health Regulation No. 65/2015 at BLU Timikan Hospital. A cross-sectional study was conducted among 158 outpatients selected by consecutive sampling at BLU Timikan Hospital from January to March 2025. Data were collected using observation sheets, a validated questionnaire (Cronbach's alpha = 0.87), and medical records. Bivariate analysis employed chi-square tests, and multivariate analysis used logistic regression to calculate adjusted odds ratios (AOR) with 95\% confidence intervals (CI), controlling for age and education. Complete implementation was lowest for periodic evaluation (41.8%) and discharge planning (36.7%). Overall, 45.8% of patients demonstrated good understanding, with the poorest comprehension observed for informed consent (27.8%) and follow-up plans (25.3%). Bivariate analysis showed that incomplete flow implementation (chi^2 = 7.34, p = 0.007, phi = 0.215), verbal-only education (chi^2 = 10.82, p = 0.001, phi = 0.262), and lack of family support (chi^2 = 8.71, p = 0.003, phi = 0.235) were significantly associated with poor understanding, whereas waiting time was not (p = 0.218). After controlling for age and education, incomplete flow implementation (AOR = 2.84; 95% CI: 1.42-5.68; p = 0.003) and verbal-only education (AOR = 2.93; 95% CI: 1.44-5.96; p = 0.003) remained independently associated with poor understanding. The model demonstrated adequate fit (Hosmer Lemeshow p = 0.612).