Mukty, Anjas
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelanggaran Hukum dan Perspektif Sadd Adz-Dzarī’ah Pada Modifikasi Lampu Kendaraan Mukty, Anjas; Ardiansyah Ardiansyah
JURNAL USM LAW REVIEW Vol. 8 No. 3 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/julr.v8i3.12740

Abstract

This study aims to examine the use of modified motor vehicle lights that do not comply with standards based on positive law and the perspective of Sadd Adz-Dzarī‘ah. Motor vehicles, which basically function as a means of transportation, have now also become a medium of expression through various forms of modification. However, these modifications cause problems, especially high-intensity lights that have the potential to cause accidents. The method used is normative juridical, with a focus on the analysis of positive law and Islamic law. The results of the study show that the use of high-intensity motor vehicle lights that do not meet standards not only violates positive law but also Islamic law based on the principle of Sadd Adz-Dzarī‘ah. This principle establishes the law by closing all paths that can lead to damage. Findings in the field show a high risk of accidents and fatalities, so the use of these lights needs to be prohibited because they have the potential to cause damage. This study expands the application of the Sadd Adz-Dzarī‘ah rule in the context of modern law as a theoretical basis for preventing traffic violations, and provides a reference for law enforcement and religious institutions to integrate this principle in the supervision and enactment of laws related to vehicle light modification.   Penelitian ini bertujuan mengkaji penggunaan lampu modifikasi kendaraan bermotor yang tidak sesuai standar berdasarkan hukum positif dan perspektif Sadd Adz-Dzarī‘ah. Kendaraan bermotor yang pada dasarnya berfungsi sebagai alat transportasi kini juga menjadi media ekspresi melalui berbagai bentuk modifikasi. Namun, modifikasi tersebut menimbulkan permasalahan, khususnya pada lampu berintensitas tinggi yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan fokus pada analisis hukum positif dan hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lampu kendaraan bermotor dengan intensitas cahaya tinggi yang tidak sesuai standar tidak hanya melanggar hukum positif, tetapi juga hukum Islam berdasarkan prinsip Sadd Adz-Dzarī‘ah. Prinsip ini menetapkan hukum dengan menutup segala jalan yang dapat mengarah pada kerusakan. Temuan di lapangan menunjukkan tingginya risiko kecelakaan dan korban jiwa, sehingga penggunaan lampu tersebut perlu dilarang karena berpotensi menimbulkan kerusakan. Penelitian ini memperluas penerapan kaidah Sadd Adz-Dzarī‘ah dalam konteks hukum modern sebagai dasar teoritis pencegahan pelanggaran lalu lintas, serta memberikan acuan bagi penegak hukum dan lembaga keagamaan untuk mengintegrasikan prinsip ini dalam pengawasan dan penetapan hukum terkait modifikasi lampu kendaraan.