Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Elemen Arsitektur Nusantara dalam Desain Masjid Kontemporer: Studi Kasus Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dan Masjid Raya Al Jabbar Bandung Khotibul Umam Rois; Muhammad Ali Abdul Aziz
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Contemporary mosque designs in Indonesia increasingly integrate Nusantara architectural elements to preserve cultural identity while adapting to modern demands. This study analyzes the application of these elements in the Sheikh Zayed Grand Mosque Solo (2022) and Al Jabbar Grand Mosque Bandung (2022), focusing on roof forms, local materials, and climate responsiveness. The method employed is descriptive qualitative with a dual case study approach. Data were collected through field observations, in-depth interviews with architects and managers, and questionnaires to 150 respondents (75 per mosque). Results indicate that the Sheikh Zayed Mosque blends Middle Eastern styles with teak wood ornaments and Nusantara-style cross-ventilation, while the Al Jabbar Mosque adopts Sundanese batik motifs and green open space concepts. Public satisfaction levels reached 87.5% for cultural identity, 84.2% for thermal comfort, and 89.6% for aesthetics. This study concludes that Nusantara architectural elements can enhance the relevance of contemporary mosques as inclusive and sustainable public spaces. Keywords: Nusantara architecture, contemporary mosques, cultural identity, climate-responsive, Sheikh Zayed Solo, Al Jabbar Bandung   Abstrak Desain masjid kontemporer di Indonesia semakin mengintegrasikan elemen Arsitektur Nusantara untuk mempertahankan identitas budaya sambil menyesuaikan dengan tuntutan modern. Penelitian ini menganalisis penerapan elemen-elemen tersebut pada Masjid Raya Sheikh Zayed Solo (2022) dan Masjid Raya Al Jabbar Bandung (2022), dengan fokus pada bentuk atap, material lokal, dan responsif iklim. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus ganda. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam kepada arsitek dan pengelola, serta kuesioner kepada 150 responden (75 per masjid). Hasil menunjukkan bahwa Masjid Sheikh Zayed memadukan gaya Timur Tengah dengan ornamen kayu jati dan ventilasi silang ala Nusantara, sementara Masjid Al Jabbar mengadopsi motif batik Sunda dan konsep ruang terbuka hijau. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap identitas budaya mencapai 87,5%, kenyamanan termal 84,2%, dan estetika 89,6%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa elemen Arsitektur Nusantara mampu meningkatkan relevansi masjid kontemporer sebagai ruang publik yang inklusif dan berkelanjutan. Kata kunci: Arsitektur Nusantara, masjid kontemporer, identitas budaya, responsif iklim, Sheikh Zayed Solo, Al Jabbar Bandung