Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang berkontribusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas maternal maupun perinatal. Deteksi dini faktor risiko menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut, namun keterbatasan tenaga kesehatan, akses layanan, dan keterlambatan diagnosis masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah sistem informasi dan teknologi digital dalam skrining risiko preeklampsia melalui pendekatan scoping review. Tujuan Untuk menelaah dan memetakan penggunaan sistem informasi dan teknologi digital dalam skrining risiko preeklampsia pada ibu hamil melalui pendekatan scoping review. Metode Pencarian artikel dilakukan menggunakan basis data Google Scholar dan GARUDA dengan kata kunci yang relevan, kemudian diseleksi sesuai pedoman PRISMA. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian asli yang membahas sistem informasi atau teknologi digital untuk skrining risiko preeklampsia, diterbitkan dalam kurun waktu 2020–2025, serta dapat diakses penuh. Hasil Analisis menunjukkan bahwa penelitian internasional lebih banyak memanfaatkan teknologi berbasis kecerdasan buatan dan machine learning dengan integrasi biomarker, sehingga akurasi deteksi mencapai lebih dari 80%. Sebaliknya, penelitian di Indonesia cenderung berfokus pada aplikasi Android dan sistem telehealth yang sederhana, dengan variabel terbatas pada faktor maternal seperti usia, paritas, riwayat keluarga, dan tekanan darah. Kesimpulan Perbedaan ini menegaskan adanya kesenjangan penelitian, yaitu integrasi biomarker dengan aplikasi digital masih jarang dilakukan di Indonesia. Secara praktis, teknologi berbasis AI dapat menjadi standar baru dalam skrining preeklampsia, sementara aplikasi sederhana lebih sesuai dengan konteks layanan primer di Indonesia