Siti Komariyah
Universitas STRADA Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DETERMINAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL Kurniati Akhfar; Siti Komariyah; Irma Suryani Saleh; Jusniati; Kamrianti Ramli
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 7 No. 1 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v7i1.174

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu hamil, terutama di negara berkembang. KEK terjadi akibat kekurangan asupan energi dan protein secara kronis. Di Indonesia, prevalensi KEK pada ibu hamil masih cukup tinggi. Berdasarkan data Puskesmas Balibo, terjadi 8 kasus KEK dari 38 ibu hamil pada tahun 2023. Faktor-faktor seperti pengetahuan, asupan gizi, indeks massa tubuh (IMT), pekerjaan, dan jarak kehamilan diduga berperan terhadap kejadian KEK. Tujuan: Mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Balibo Kabupaten Bulukumba tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 20 ibu hamil yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, serta dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik multivariat. Hasil: Prevalensi KEK sebesar 50%. Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,001), asupan gizi (p = 0,002), dan IMT (p = 0,025) dengan kejadian KEK. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara pekerjaan (p = 1,000) dan jarak kehamilan (p = 1,000) dengan KEK. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kejadian KEK (p = 0,001; OR = 0,395). Kesimpulan : ibu hamil dengan pengetahuan kurang memiliki peluang lebih besar mengalami KEK dibandingkan dengan ibu yang berpengetahuan baik.
Implementasi Program Aksi Bergizi dalam Pencegahan Anemia pada Santriwati di Pondok Pesantren Kabupaten Kediri Siti Komariyah; Byba Melda Suhita; Reni Yuli Astutik; Shanty Natalia; Agustin Widowati; Elfi Quyumi
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 4 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i4.863

Abstract

Introduction: Anemia among adolescent girls continues to be a significant public health concern with long-term consequences for reproductive health, productivity, and human resource quality. Poor dietary quality, skipping breakfast, low physical activity, and poor adherence to iron tablet supplementation are key contributing factors. Objective: The Aksi Bergizi Program was developed as a promotive and preventive strategy to improve adolescents’ nutritional behaviors through school- and boarding school-based interventions. Methods: This community service activity applied an educational and participatory approach in a boarding school setting, involving 150 adolescent girls at Boarding School Kediri Regency. The program was implemented from June to July 2025 through an integrated Aksi Bergizi package consisting of nutrition and anemia education, group physical activity, communal breakfast, and collective iron tablet (TTD) consumption. Program evaluation was conducted through observation and descriptive assessment of anemia prevention behaviors. Results: The findings showed that 56% of participants demonstrated positive anemia prevention behaviors. The implementation of group physical activity was categorized as good in 83.3% of participants, communal breakfast in 70%, collective iron tablet consumption in 87.3%, and nutrition and anemia education in 67.3%. Collective iron tablet consumption was the component with the highest level of participation. Conclusion: The Aksi Bergizi Program was effective in improving anemia prevention behaviors among adolescent girls in an Islamic boarding school setting. A collaborative and collective behavior-building approach supports program sustainability and highlights the potential of Aksi Bergizi as a community-based strategy to improve adolescent nutritional status and prevent anemia.