Muhamad Wardany Anwar
STAI Ma'arif Kalirejo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Wakaf Produktif Dalam Mendorong Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGS) Muhamad Wardany Anwar
Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini melakukan Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) untuk menganalisis peran wakaf produktif dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tengah kesenjangan pembiayaan global. Menggunakan protokol PRISMA pada 47 artikel (2015-2024), penelitian ini mengidentifikasi lima model pengelolaan wakaf produktif, di mana model wakaf tunai dengan manajemen mandiri terbukti paling efektif dalam mencapai dampak sosial-ekonomi dan kepatuhan syariah. Wakaf produktif memberikan kontribusi signifikan terhadap SDG 1 (Pengentasan Kemiskinan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 8 (Pekerjaan Layak) melalui mekanisme pembiayaan UMKM dan penyediaan infrastruktur sosial berkelanjutan. Tantangan utama meliputi rendahnya akuntabilitas dan kompetensi nazhir, namun peluang transformasi digital (Blockchain, Fintech Syariah) serta kemitraan strategis menawarkan solusi untuk optimalisasi. Penelitian ini merekomendasikan reformasi regulasi dan peningkatan profesionalisme nazhir untuk memaksimalkan peran wakaf produktif sebagai instrumen keuangan sosial Islam yang berkelanjutan.
Integrasi Maqashid Shariah Dalam Rekayasa Produk (Financial Engineering) Perbankan Syariah: Analisis Bibliometrik Muhamad Wardany Anwar
Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67197/jremp.v3i2.292

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi Maqashid Shariah dalam rekayasa produk (financial engineering) perbankan syariah melalui pendekatan analisis bibliometrik berbasis data Scopus. Maqashid Shariah, yang mencakup perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta, seharusnya menjadi fondasi substantif desain produk keuangan Islam, bukan sekadar formalitas kepatuhan hukum. Namun, bukti empiris menunjukkan bahwa sebagian besar bank syariah baru mencapai kepatuhan maqashid secara parsial, dengan banyak produk yang menyerupai instrumen konvensional di balik fasad kepatuhan Syariah. Penelitian ini bertujuan memetakan tren riset, kluster tematik, jaringan kolaborasi, dan gap penelitian dalam domain integrasi maqashid dengan rekayasa produk perbankan syariah selama periode 2011–2025. Data dikumpulkan dari database Scopus menggunakan kata kunci terstruktur, menghasilkan corpus 100 artikel terseleksi yang dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer dan Biblioshiny. Hasil menunjukkan tiga fase perkembangan riset: fase konseptual (2011–2016), fase validasi empiris (2017–2021), dan fase ekspansi digital-ESG-SDGs (2022–2025). Gap utama teridentifikasi pada ketiadaan kerangka evaluasi maqashid yang teroperasionalisasi untuk produk digital, minimnya studi lintas negara, dan absennya pengukuran dampak nyata maqashid terhadap kesejahteraan sosial. Penelitian ini berkontribusi sebagai panduan agenda riset masa depan dalam pengembangan produk perbankan syariah berbasis maqashid.
Trends and Evolution of Hybrid Contract Theory (Al-'Uqud Al-Murakkabah)in Islamic Financial Contracts: A Systematic Literature ReviewMuhamad Wardany Anwar Muhamad Wardany Anwar
SocioSphere: Interdisciplinary Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 2 No. 2 (2026): SocioSphere: Interdisciplinary Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67197/ss.v2i2.293

Abstract

Hybrid contracts (al-'uqud al-murakkabah) have emerged as a contemporary ijtihad response to the complexity of modern financial needs that cannot be fulfilled by classical single contracts. This study examines the trends and evolution of hybrid contract theory in Islamic financial contracts over the period 2016–2026 through a Systematic Literature Review (SLR) approach. From over 207,000 papers identified in the Consensus database, 50 relevant articles were selected via PRISMA procedures based on semantic relevance and citation ranking. The analysis focuses on three dimensions: (1) the development of typologies and classification frameworks; (2) implementation models in Islamic financial institutions; and (3) Shariah compliance challenges from a maqasid al-shariah perspective. Findings reveal that the hybrid contract literature has evolved through three conceptually distinct phases: fiqh foundations (2014–2018), product implementation analysis (2019–2022), and maqasid integration with digital finance (2023–2026). Murabahah bil wakalah dominates Indonesian Islamic banking practice, while musharakah mutanaqishah is growing in infrastructure and property financing. The scholarly debate shows that the majority of the four major madhabs permit hybrid contracts, with conservative rejection remaining a minority position. Implementation challenges include contractual complexity, hilah riba risk, weak accounting records, and commercial orientation that displaces social function. This study identifies a critical empirical gap: no quantitative study has yet measured the direct impact of hybrid contracts on Islamic financial institution performance. The primary contribution is a comprehensive map of hybrid contract theory evolution alongside an open research agenda for regulators and scholars in the digital finance era.